Showing posts with label Artikel Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Artikel Bisnis. Show all posts

Wednesday, December 21, 2016

Kepemimpinan (LEADERSHIP) Ala Rasulullah SAW


Rasulullah SAW memiliki kepribadian yang sangat mulia, sehingga menjadi percontohan terbaik dimuka bumi.

Kunci kesuksesan dan keberhasilan ‘orang-orang besar’ adalah disiplin pribadi. Pemimpin tidak akan berhasil memimpin orang lain apabila dia belum berhasil memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus sudah pernah menjelajahi dirinya sendiri dan mengenali secara mendalam siapa dirinya. Sebelum dia memimpin keluar, dia harus memimpin ke dalam.

Ada 5 tangga yang membuat Rasulullah menjadi tauladan dan berhasil menduduki peringkat pertama orang yang berpengaruh di Dunia ini, antara lain :

Pemimpin Tingkat 1 : Pemimpin "DICINTAI", Compassion, Membangun Hubungan
Dengan cara ”Membangun Hubungan” tidak hanya sebatas silaturahim saja, akan tetapi berkemampuan untuk mendengar, merasa, dan berempati terhadap impian, keluhan, dan tangisan seseorang atau orang-orang disekitarnya .
Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Berusahalah selalu mengerti dan menghargai setiap individu, dan selalu bersikap pengasih (rahman) dan penyayang (rahim).

Pemimpin Tingkat 2 : Pemimpin "DIPERCAYA", Integritas, Sangat Jujur, Trust.
Rasulullah dipercaya karena ia “Sangat Jujur” dalam berkata dan bertindak, oleh karena itu ia dijuluki Al-Amin. 
Pemimpin yang integritasnya tinggi akan memiliki keberanian, tanpa kenal putus asa, konsisten dengan langkahnya untuk mencapai cita-citanya. Integritas dan komitmen akan membuat pemimpin dipercaya, dan kepercayaan ini akan menciptakan pengikut. Setiap apa yang diucapkan, selalu dijalankan.

Pemimpin Tingkat 3 : Pemimpin "DIIKUTI", Suka Menolong, Memberikan Harapan.
Rasulullah diikuti oleh sahabat-sahabatnya karena ia sangat “Senang Menolong” orang lain yang berada dalam kesusahan.
Suri tauladan seorang pemimpin yang berpegang teguh pada nilai-nilai luhur seperti suka menolong, kejujuran, memberi harapan yang tulus, dll, akan selalu diikuti oleh anak buahnya. Berkemampuan untuk mendengar jeritan suara hati, impian, tangisan orang lain , dan didalamnya ada karisma yang kuat.

Pemimpin Tingkat 4 : Pemimpin "PEMBIMBING", Memiliki Kader
Telah terbukti Rasulullah memiliki 4 kader terbaik untuk melanjutkan risalah yang telah dibawanya. walaupun Rasulullah telah tiada namun nilai-nilai yang diajarkan tetap berkembang hinga saat ini.
Seorang pemimpin berhasil karena kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. berhasil memiliki kader-kader penerus dan sekaligus meraih kesetiaan dari para pengikutnya. Meskipun pemimpin ini sudah meninggal dunia, maka jaringannya akan terus bekerja untuk merealisasikan impian bersama.

Pemimpin Tingkat 5 : Pemimpin "ABADI", Representasi Hati, Leave Legacy.
Rasulullah memimpin umatnya dengan Representasi hati yang bermakna memimpin dari hati dengan mengikuti suara hati. Orang yang memimpin dengan suara hati akan berhasil melewati masa-masa sulit mereka karena tetap berada dalam orbit nya.
Pemimpin pada tingkat ini mampu mendelegasikan impian hatinya, meskipun sudah meninggal dunia, pengaruhnya akan terus hidup. Ini merupakan perpaduan antara kerendah hatian untuk tidak memliki suatu keinginan apapun, tetapi semangatnya terus membara untuk membangun sesuatu kedepan. 
Pada umumnya orang-orang hebat yang kita kenang adalah mereka yang paling berkenan di hati kita. Mungkin mereka adalah orang-orang jenius yang kreatif dan intuitif. Atau, mereka yang mempunyai kesungguhan hati dan keberanian. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kejujuran emosi (hati) dan tidak mau hidup dalam kepura- puraan.
Inilah tingkat kepemimpinan yang tertinggi, yaitu pemimpin yang abadi cara berpikir dan pengaruhnya akan terus berjalan sampai akhir zaman. Inilah dasar yang telah diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban baru, yang sesuai dengan fitrah manusia. 

Kita harus memulainya dan menapakinya satu persatu dari tingkat pertama dan tidak bisa langsung meloncat ke tingkat 3, 4, atau bahkan 5, apalagi jika kita tidak memiliki kesadaran diri.

Ref. Berbagai Sumber

Monday, December 19, 2016

MEMBANGUN BISNIS AUTO PILOT



Tujuan dibangunnya sebuah bisnis adalah agar menjadi lembaga komersial yang menghasilkan profit tanpa perlu kehadiran pemiliknya. Bahkan bisnis yang sudah berkembang dapat dijual kepada pemilik lainnya tanpa kekhawatiran terjadi kekacauan dalam menjalankannya.
Untuk menjadikan bisnis menjadi suatu organisasi yang menguntungkan dalam jangka panjang perlu dibuat langkah-langkah berikut ini:
1. VISI, visi adalah tujuan jangka panjang Anda. Yang dimaksud dengan jangka panjang adalah bisa lebih dari 10 tahun bahkan ada yang sampai 100 tahun. Visi perusahaan adalah do’a pemilik agar perusahaan bisa menjadi berkembang dan menjadi gambaran bisnis dimasa yang akan datang.
2. Misi, pernyataan misi adalah bagaimana Anda mencapai Visi perusahaan Anda. Dalam misi biasanya menyebutkan siapa Anda, bisnis yang Anda lakukan, siapa pelanggan Anda dan bagaimana anda bisa memuaskan pelanggan anda.
3. Budaya, adalah nilai-nilai penting anda sebagai pemimpin perusahaan yang akan dilakukan oleh organisasi dalam menjalankan misi perusahaan Anda.
4. Goal, Jika Visi itu tujuan jangka panjang maka Goal adalah tujuan antara. Bisa 1 tahun, 5 tahun dan 10 tahun. Cara menetapkan goal haruslah spesifik, bisa dicapai, dapat diukur, berorientasi hasil dan memiliki batas waktu.
5. Struktur Organsasi, adalah posisi yang tepat untuk orang yang tepat. Struktur organisasi menjelaskan siapa bertanggung jawab ke siapa sehingga masing-masing orang dalam organisasi mengetahui posisi dan tanggung jawab dengan jelas.
6. Job Description, adalah uraian tugas dan pekerjaan dari masing-masing posisi yang ada di struktur organisasi.
7. KPI atau Key Performance Indikator adalah alat ukur dari seseorang, apakah tim atau seseorang yang bekerja sudah menunjukkan hasil yang baik atau perlu diperbaiki.
8. SOP atau Sistem Operating Procedure adalah penggambaran dari proses bisnis yang terjadi di perusahaan kita, sehingga masing-masing bagian bisa melihat alur kerja dari awal proses sampai terjadi pengiriman ke konsumen.
9. Monitoring, ini adalah bagian terpenting yang memastikan poin 1 sampai poin 8 terlaksana sesuai rencana. Untuk melaksanan hal ini perlu ada audit secara reguler maupun teknologi untuk memastikan semua sistem berjalan.
Ref. Berbagai Sumber

Tuesday, January 20, 2015

Cara Menjemput Rezeki



Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Permasalahannya, kerap kali manusia lebih berorientasi menunggu rezeki daripada menjemputnya.

Lebih mementingkan selera pribadi dalam memilih sumber rezeki ketimbang merebut kesempatan di depan mata. Lebih mengutamakan cara yang cepat daripada berletih-letih dalam menggapainya.

Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan. Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang mengaturnya.

Allah Ta’ala telah berfirman, artinya :
“Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Alloh-lah yang memberi rezkinya” (QS. Hud : 6)

Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan mengguna kan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Yang pasti, dua kebaikan perlu diperhatikan.



Pertama, rezeki yang didapatkan adalah yang baik.
(QS Al-Baqarah 2: 127)

“Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian”

Terkait ayat di atas, Ahmad Musthafa Al-Maraghi menyatakan betapa pentingnya seorang Muslim mengonsumsi makanan yang halal, bersih, dan lurus.

Halal maksudnya adalah tidak mengandung kedurhakaan terhadap Allah SWT. Bersih bermakna tidak mengandung perkara yang melupakan Allah. Sedangkan, lurus berarti rezeki tersebut mampu menahan nafsu dan memelihara akal.

Kedua, untuk mendapatkan rezeki yang baik, hendaknya proses yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang baik pula. Islam melarang segala bentuk upaya mendapatkan rezeki dengan cara-cara yang zalim
Riba (Al-Baqarah [2]: 278-279)

Maka jika kamu tidak mengerjakan [meninggalkan sisa riba], maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. 

Dan jika kamu bertaubat [dari pengambilan riba], maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak [pula] dianiaya. (279)

Judi (Al-Maidah [5]: 90)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya [meminum] khamar, berjudi, [berkorban untuk] berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (90)

Penipuan (gharar), Suap (risywah), dan Maksiat.

Mengapa Islam menekankan pentingnya rezeki yang halal?

Karena, setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan memengaruhinya, baik secara fisik, emosional, psikologis, maupun spiritual.

Rezeki yang halal menghadirkan ketenangan jiwa. Hidup akan lebih terarah dan menjadikan pintu-pintu keberkahan terbuka semakin lebar.

Selain itu, rezeki yang halal merupakan syarat diterimanya setiap doa oleh Allah SWT. Rezeki yang halal akan menciptakan tatanan mayarakat dan bangsa yang kuat.

Saat ini, sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sepatutnya kita tidak memfasilitasi setiap anak negeri mengais rezeki dengan cara-cara yang dilarang Allah SWT.

Mengikuti arus global, kapitalisme, dan melupakan cara-cara nenek moyang dahulu melakukan aktivitas ekonomi. Yakni, sistem bagi hasil, maro, atau paron ditinggalkan.

Manipulatif, spekulatif, dan ribawi dipraktikkan. Karena itu, kini, kita selalu berada dalam sistem ekonomi yang sangat rentan dan goyah. Krisis demi krisis selalu siap menerjang sepanjang waktu. Petaka demi petaka berlangsung di depan mata.

Kini, saatnya kita kembali kepada sistem yang berkeadilan dalam mencari rezeki dan berupaya meneguhkan kembali jati diri bangsa. Semua itu bermuara pada pentingnya rezeki yang halal. Wallahu  a’lam.

Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki. Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. Diantaranya:

1. Berusaha dan Bekerja


Allah berfirman, artinya :
“Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Alloh sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia.” (QS. Al Jumu’ah : 10)

2. Taqwa

(Mengikuti Perintahnya dan Laranganya)


Allah berfirman, artinya :
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thala : 2)

3. Tawakkal

(Menyerahkan urusannya kepada Allah)


Allah berfirman, artinya :
”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3)

4. Bersabar dan Syukur


Allah berfirman, artinya :
“Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrahim : 7)

5. Berinfaq / Sadaqah / Zakat


Allah berfirman, artinya :
“Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)

6. Silaturahmi


Rasulullah bersabda, artinya :
”Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi.” (HR. Bukhori Muslim)

7. Ber Do’a dan Istigfar


Rasulullah bersabda, artinya:
“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)

Allah berfirman, artinya :
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Rasulullah bersabda, artinya:
“Barang siapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)

8. Berbuat Kebaikan


Allah berfirman, artinya :
“Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al qashash: 84)

Rasulullah bersabda, artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak akan zalim pada hambaNya yang berbuat kebaikan. Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.” (HR. Ahmad)

9. Berdagang


Rasulullah bersabda, artinya:
“Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan.” (Riwayat Ahmad)

10. Bangun Pagi


Fatimah (Puteri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W) mengatakan kepadanya,
“Puteriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan hati Allah, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. 

Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari.” (HR. Al-Baihaqi)


Karenanya apapun rezeki yang kita harapkan maka akan selalu ada langkah yang harus kita usahakan. Dan yang paling utama adalah selalu memelihara rasa syukur terhadap semua yang sedang kita miliki sekarang.


referensi : http://saputra51.wordpress.com

Monday, January 19, 2015

RAHASIA SUKSES BERBISNIS ALA BOB SADINO



Menyebut nama Bob Sadino, tentunya hampir seluruh masyarakat Indonesia langsung teringat dengan sosok pria paruh baya yang selalu mengenakan celana pendek di setiap kesempatan tersebut. Gayanya yang sederhana serta cara bicaranya yang terbilang blak-blakan (cuek), menjadikannya sebagai salah satu pengusaha sukses yang cukup nyentrik dan bersahaja. 

Mengawali bisnisnya dari bawah, Bob Sadino yang akrab dipanggil Om Bob ini mengungkapkan bahwa untuk membangun bisnisnya Ia telah melewati kerikil kegagalan yang akhirnya bisa menjadikannya kuat seperti sekarang ini. Meskipun sekarang ini Ia telah menjadi pemilik tunggal PT. Kem Chick, PT. Boga Catur, PT. Kem Foods, serta PT. Kem Farm, namun lelaki kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 ini juga tak luput dari kegagalan-kegagalan bisnis hingga pernah berprofesi sebagai supir, tukang batu, bahkan sempat depresi akibat kegagalan yang sering Ia alami. 

Nah, untuk mengikuti jejak kesuksesan Om Bob dalam merintis kerajaan bisnisnya. Pada kesempatan kali ini akan kami informasikan kepada para pembaca mengenai 5 rahasia sukses berbisnis ala Bob Sadino yang bisa Anda terapkan dari sekarang. 

Pertama, harus berani memulai 

Dalam menjalankan roda bisnis yang terpenting adalah harus berani action dan berusaha dengan totalitas penuh serta jangan takut untuk gagal. Walaupun pada waktu itu ayam kampung masih mendominasi pasar di Indonesia, namun dengan keberaniannya Om Bob tetap berusaha untuk memperkenalkan ayam negeri dengan telurnya ke pasar bebas. Meskipun tak jarang Ia menemui beberapa kegagalan dalam bisnisnya, tetapi Ia menanggapi kegagalan tersebut sebagai vitamin untuk meningkatkan kualitas kerjanya. Sebab, dengan merasakan sakitnya kegagalan, biasanya manusia terdorong untuk bangkit dan akhirnya mengetahui bagaimana nikmatnya sebuah keberhasilan. 

Kedua, jangan terlalu banyak analisis 

Sebagian besar orang terlalu banyak berpikir dan menganalisa sebelum akhirnya melangkah terjun di dunia usaha. Padahal, ketika seseorang hanya membuat rencana dan merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, maka sebenarnya Ia akan semakin banyak memikirkan hal-hal negatif yang akan menghambat kesuksesan sebuah usaha. Karenanya untuk bisa menjadi entrepreneur sukses, segeralah action untuk mencetak keuntungan besar setiap bulan. 

Ketiga, tidak ada kesuksesan yang serba instan pengusaha sukses pengusaha sukses 

Pada dasarnya tak ada yang instan di dunia ini. Termasuk juga dalam mencapai kesuksesan, dibutuhkan proses yang cukup panjang untuk bisa meraih apa yang Anda impikan. Untuk itu setiap pengusaha dituntut untuk terus berkomitmen pada kesuksesan yang telah diimpikan dan tidak cepat menyerah dalam menghadapi berbagai macam masalah. “Sesuatu yang didapat dengan mudah biasanya juga akan menghilang dengan cara yang terbilang mudah,” kutip Bob Sadino. 

Keempat, memiliki mimpi besar 

Dalam hal ini tentunya Om Bob telah membuktikan kepada kita semua bahwasannya bermodalkan tekad, niat, dan juga semangat yang kuat, Beliau mampu meraih mimpi besar yang telah Ia citakan. Sebab sebenarnya kesuksesan itu bukan sekedar teori, namun didapat dari perjuangan dan kerja keras serta dilandasi niat yang kuat untuk mewujudkan cita-cita kita. 

Kelima, positif thingking 

Disadari atau tidak, berpikir positif ternyata dapat memudahkan langkah Anda menuju gerbang kesuksesan. Sebab, dengan membiasakan diri untuk selalu positif thingking, Anda bisa lebih optimis dalam menjalankan sebuah usaha, semakin tenang dalam menghadapi berbagai macam permasalahan, serta bisa mengambil hikmah dari setiap kegagalan yang mereka temui di tengah jalan. Dengan kelima bekal tips bisnis dari Bob Sadino, semoga kedepannya bisnis yang Anda jalankan bisa berkembang hingga besar dan mendatangkan keuntungan yang cukup menggiurkan setiap bulannya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber: bisnisukm.com/

Friday, April 18, 2014

SANG FILOSOF DUNIA USAHA


Setiap manusia statusnya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Saat dilahirkan, statusnya adalah anak dari sang ayah. Saat mulai besar dan bersekolah, statusnya menjadi murid seorang guru, kakak dari sang adik, kemudian suami dari seorang istri, orang tua dari anaknya, dan seterusnya. Setiap bertambahnya satu status, maka kewajiban seseorang pun akan bertambah satu. Setiap orang harus tahu apa kewajiban dan statusnya. Jika sampai ia tidak mengerti apa status dan kewajibannya berarti ia tidak memiliki jiwa leadership.

Untuk menjalankan kepemimpinan di rumah, seorang suami harus memiliki tanggung jawab. Demikian juga seorang karyawan terhadap perusahaannya. Tanggung jawab akan menumbuhkan rasa hormat. Seseorang tidak dapat memaksakan orang lain untuk hormat kepadanya. Hanya dengan memenuhi tanggung jawabnya itulah rasa hormat akan datang pada dirinya. Setelah tanggung jawab itu terpenuhi sesuai dengan tuntutan statusnya, pada satu titik kehidupan, seseorang harus bertanggung jawab pada lingkungan sosial sekitarnya. Karena itulah, pada saat Mochtar masuk ke dalam dunia perbankan, ia mulai bertanya pada dirinya sendiri, “kamu mau jadi bankir yang baik atau bankir yang berhasil?”. Karena selama seseorang bisa menghasilkan uang, maka orang itu akan disebut sebagai bankir berhasil. Namun bankir yang baik adalah hal yang lain. Bankir yang baik haruslah seseorang yang mengarahkan uang masyarakat untuk mendanai hal-hal yang baik dan berguna. Contohnya, jika suatu perusahaan yang menjadi nasabahnya ingin membangun pabrik dengan menggunakan pinjaman bank, namun pabriknya akan mencemari lingkungan, maka seharusnya bank tersebut tidak mendanainya. Karena keuntungan tidak boleh menjadi alasan satu-satunya pencairan suatu pinjaman,

Walaupun banyak bisnis Mochtar Riady yang dimulai dari situasi “terpaksa”, tetapi umumnya bisnis-bisnis tersebut sukses meraih keuntungan. Menurut Mochtar Riady itu lebih dikarenakan ia meluangkan waktu yang cukup banyak untuk berfokus dan menganalisa semua aspeknya. Sehingga ia jadi tahu kekuatan dan kelemahannya. Filsuf Lao Tze mengatakan, “Memenangkan orang lain adalah kekuatan, namun memenangkan diri sendiri adalah kebijaksanaan”. Mengetahui kelemahan orang lain adalah pintar, namun mengetahui kelemahan sendiri adalah kebijaksanaan. Mencukupi diri sendiri adalah kaya, namun mencukupi orang lain adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan tidak pernah datang dengan sendirinya, tetapi harus dicari, dipelajari melalui pengalaman, dan dilaksanakan. Kebijaksanaan adalah salah satu modal seorang entrepreneur. Ia mungkin tidak mengetahui banyak hal dalam bisnis baru, tetapi melalui kebijaksanaan ia bisa menggerakkan orang lain untuk mewujudkan visi entrepreneurshipnya.

Tentang regenerasi, Mochtar mengatakan bahwa banyak orang yang tidak tahu diri. Sudah berusia 60 tahun lebih, tetapi menganggap dirinya muda. Padahal kapan pun mereka bisa “berpulang”. Perusahaan yang dibangun dengan tanpa menyiapkan generasi penerus akan menjadi bom waktu bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Sebagai pemimpin, seseorang harus bertanggung jawab menyiapkan penggantinya. Makannya di group Lippo, Mochtar Riady dan keluarganya tidak menduduki jabatan apapun dalam perusahaan. Semua dijabat oleh para professional. Dalam sebuah jamuan makan yang diadakan oleh Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan RI), Mochtar Riady menjelaskan pandangannya mengenai RRC yang dahulu kondisinya lebih carut-marut daripada Indonesia, tetapi kini telah tumbuh sedemikian pesat. Padahal kondisi Indonesia lebih baik dari RRC pada masa itu. Sehingga jika RRC bisa berubah, Mochtar pun sangat optimis Indonesia pasti akan bangkit kembali. Tetapi kebangkitan itu seringkali terjadi ketika ada suatu tekanan. Sehingga sikap Pemerintah yang selalu memberikan proteksi, yang memanjakan masyarakat, justru akan membuat kita tidak mampu menghadapi persaingan

Monday, April 14, 2014

“SANG BEGAWAN PROPERTI”


Menyusuri kisah perjalanan hidup dan sepak terjang Ciputra di bisnis properti, kita menemukan begitu banyak pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari kisah masa kecilnya yang serba susah, memulai usaha pada saat masih kuliah, hingga ketika ia mulai mencetak keberhasilan. Semuanya begitu inspiratif dan memperkaya wawasan. Tanpa bermaksud membatasi makna ataupun insight yang dapat Anda temukan, ada beberapa poin kunci yang perlu kita renungkan;
Secara eksistensial, kita tidak pernah bisa memilih ingin lahir dari orang tua yang mana, miskin atau kaya, dalam suku bangsa apa, serta lingkungan masyarakat yang mana. Namun demikian, kita tidak boleh terperangkap hanya hidup berdasarkan eksistensi. Ada esensi yang mesti kita cari. Kehidupan “menugasi” kita untuk menemukannya, karena kalau tidak, hidup kita akan terasa hampa dan sia-sia. Inilah yang oleh Stephen R. Covey disebut “finding your own voice”, sementara Martha Beck menyeru, “finding your own North Star”. Singkatnya, kalau toh kita lahir dari keluarga miskin yang tidak berpendidikan, atau kita memiliki orangtua yang begitu buruk sekalipun, semua itu hanyalah eksistensi, bukan esensi. Sehingga tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerah pada keadaan, atau hanya menyalahkan keluarga, lingkungan, masyarakat, atau pemerintah. Karena seperti bunyi ungkapan, “The winner takes a responsibility the loser lay blame”, si Pemenang ambil tanggung jawab, si Pecundang menyalahkan.

Secara sederhana dapat dikatakan, kualitas kepemimpinan yang paling utama adalah memiliki kekuatan transformative. Artinya seorang pemimpin mesti mampu mentransformasikan, seonggok kotoran menjadi emas. Bukan hanya sebatas mentransformasikan lahan atau produk dan jasa menjadi sesuatu yang lebih bernilai, tetapi juga mentransformasikan potensi sumberdaya manusia. Melalui keteladanan, pemberdayaan, dan pembelajaran dari sang pemimpinlah akan lahir generasi pemimpin-pemimpin baru.

Pemimpin, sebagaimana ditunjukkan oleh Ciputra, tidak menghabiskan waktunya dengan menjawab pertanyaan “bagaimana caranya” akan tetapi langsung menangani tujuannya. Mengenai hal ini Warren Bennis mengungkapkannya dengan bagus, “Para manager mengatasi masalah, tetapi pemimpin menemukan masalah”. Sepeti halnya ketika Ciputra mengajukan proposal pembangunan Ancol pada Gubernur DKI, sesungguhnya ia telah menemukan “sebuah masalah”. Atau pada saat ia berniat mengembangkan daerah Lakar Santri di Surabaya Barat, ia pun sekali lagi menemukan “masalah”. Akan tetapi di atas semuanya, Ciputra memiliki karakter yang kuat. Sebuah kualitas yang bukan hanya mutlak dibutuhkan bagi seorang pemimpin, tetapi juga merupakan prasyarat yang mesti dipenuhi agar seorang pemimpin dapat bertahan lama. Karena, charisma maupun kepandaian memang dapat mengantar seseorang mencapai puncak, akan tetapi hanya karakterlah yang memungkinkannya tetap bertahan di puncak. Sikap Ciputra yang tergambar dalam pengajuan proposal bagi hasil, 80 persen untuk Pemda DKI Jakarta dan 20 persen dirinya, adalah sikap win-win yang tidak serakah. Begitu juga pada saat ia lebih sering berpikir tentang keuntungan yang bakal diterima oleh mitranya, atau integritas yang secara panjang lebar ia sampaikan, itu semuanya bersumber dari karakternya yang baik. Kualitas-kualitas itulah yang memungkinkannya memperoleh reputasi tinggi, dan bertahan hingga empat dekade. Boleh dibilang, tanpa karakter tersebut, maka segala kemampuannya seperti yang diurai di atas, nyaris tak ada gunanya.

Sunday, April 13, 2014

TOLONGLAH DIRI ANDA SENDIRI




Seorang pemuda miskin yang lapar, duduk menopang dagu di sebuah jembatan mengamati sekelompok pemancing. Menengok ke dalam keranjang dan melihat sekelompok ikan di dalamnya, pemuda tersebut bergumam, “Andaikata saja, aku punya ikan sebanyak itu, aku tidak akan kacau seperti ini. Aku akan menjualnya serta membeli pakaian dan makanan’.

“Hei aku akan memberikanmu beberapa ikan bila kau mau melakukan hal kecil untukku’, jawab pemancing itu tiba-tiba. “Yah mengapa tidak”, jawab si pemuda.

“Pegangkan kail ini untukku sebentar saja. Aku ada keperluan di jalan di dekat sini”, kata oranng tua itu.

Pemuda itu dengan senang hati menerima tawarannya. Saat ia merentangkan kail orang tua itu, ada ikan yang menggigitnya, sehingga ia menangkap ikan demi ikan. Tak lama kemudian wajahnya terlihat tersenyum, menikmati kegiatannya.

Ketika kembali, orang tua itu berkata, “Aku akan memberimu ikan sebagaimana yang kujanjikan. Nah, ambillah semua ikan yang telah kau tangkapkan untukku. Tetapi aku juga ingin memberimu sedikit nasihat. Lain kali, ketika kau membutuhkan sesuatu, jangan membuang waktu dengan melamun dan berharap sesuatu akan terjadi. Gerakkan dirimu, ambil kailmu sendiri, dan buatlah hal itu terjadi”.

"Take action miracle happen, no action nothing happen"

Wednesday, April 9, 2014

"KEPEMIMPINAN UNTUK KEADILAN DAN KEMANUSIAAN" (The Leadership Legacy - Konosuke Matsushita, Founder of Matsushita Electronics, Corp)


Kisah Konosuke Matsushita menegaskan bahwa lingkungan, keadaan, kesulitan, atau berbagai bentuk ketidakmungkinan tak pernah benar-benar menghancurkan masa depan seseorang. Lingkungan dengan berbagai keadaan dan hambatannya itu justru seperti sengaja dirancang secara khusus untuk mengeluarkan potensi terbaik seseorang. Dan itulah yang untuk ke sekian kalinya terbukti melalui kisah hidup sang Dewa Manajemen ini.

Konosuke juga telah mengisyaratkan sebuah pelajaran kepemimpinan yang paling penting, yaitu “PEDULI”. Kepedulian tidak hanya terbatas pada tim manajemennya tetapi meluas ke seluruh karyawan, pelanggan, masyarakat, bahkan seluruh bangsanya, yang telah membuat Konosuke sangat dihormati dan pemikirannya banyak diikuti. Hal ini sejalan dengan sebuah ungkapan yang berbunyi, “Orang tidak akan pernah PEDULI tentang seberapa tinggi PENGETAHUAN Anda, sampai mereka TAHU, seberapa tinggi KEPEDULIAN Anda pada mereka”.

Dari kepeduliannya itulah, kemudian lahir sikap “empati”. Kemampuannya berempati yang terbentuk oleh berbagai pengalaman sulit ketika harus putus sekolah saat baru berusia 9 tahun, membuatnya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan, bisa membayangkan situasi atau kesulitan yang dialami orang lain, sebuah sikap yang menjadi syarat dasar kepemimpinan yang efektif. Karena, “Kekuasaan atau jabatan hanya bisa memaksa seekor keledai untuk menepi kesebuah danau, tetapi hanya EMPATI yang benar-benar mampu membujuk keledai agar meminum airnya”.

Sebuah pohon yang tumbuh tinggi besar di sebuah hutan keberadaannya akan melindungi serta menahan luapan panas sinar matahari, sehingga menjadi sumber kehidupan bagi aneka ragam jenis jamur dan mikro organism lain di bawahnya. Dengan cara seperti itu, pohon tersebut menjadi bagian penting dari sebuah mata rantai “kehidupan” di sekitarnya. Bahkan pada saat telah menjadi tua kemudian tumbang batang dan daunnya akan membusuk dan menjadi pupuk yang menyuburkan tanah di sekitarnya. Begitulah isyarat alam yang penuh kearifan. Bahwa hidup yang kita jalani merupakan bagian dari mata rantai penting dalam keseluruhan ekosistem. Kesadaran inilah membuat Konosuke dijuluki sebagai “The God of Management”, atau Dewa Manajemen. Sehingga oleh John P. Kotter, dikatakan, “He was one of the most inspirational role models of all time”. Dia adalah salah satu dari teladan yang paling inspiratif sepanjang masa, setelah Rasulullah SAW tentunya.

Kearifan yang sangat berharga dari kisah hidup Konosuke Masushita adalah bahwa dia bukan orang yang memiliki bakat luar biasa, dengan tingkat intelegensi di atas rata-rata, bahkan mungkin secara teknis ia juga tak mempunyai keahlian khusus yang benar-benar super. Akan tetapi ia telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih berbagai prestasi yang begitu spektakuler. Inilah yang barangkali perlu kita renungkan bersama-sama, bahwa, “Ia yang telah mengetahui MENGAPA tidak akan pernah kesulitan untuk menjawab BAGAIMANA”. Begitulah Konosuke seperti yang kita ketahui, ia sangat mengetahui MENGAPA ia hidup, MENGAPA ia berbisnis, dan MENGAPA ia memproduksi berbagai macam peralatan yang dibutuhkan masyarakat, sehingga soal APA dan BAGAIMANA cara mewujudkannya, sudah tak sulit lagi untuk ia laksanakan.

“SANG ARSITEK SOSIAL” (Leadership Legacy – Lee Kuan Yew, Singapore Ex-Prime Minister)


Dari semua kemampuan dan kehebatan Lee Kuan Yew, yang mampu mengantar Singapura menjadi salah satu Negara terkaya, ada begitu banyak pelajaran berharga yang bisa kita teladani. Terutama dalam beberapa hal sebagai berikut:
Suatu kali Lee mengatakan, bahwa sebagai seorang pemimpin, dirinya lebih suka ditakuti daripada disayangi oleh rakyatnya. Pengakuan ini merupakan ekspresi dari suatu pilihan sikap yang sangat krusial sekaligus tepat , dalam konteks negaranya pada saat itu. Bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya seandainya ia sering terombang-ambing di antara keinginan untuk DISAYANGI atau DITAKUTI. Sudah tentu, laju perkembangan negaranya akan tersendat oleh karena banyaknya waktu yang terbuang untuk sekedar lobi dan pembangunan opini. Kearifan yang bisa kita tarik dari sini adalah seorang pemimpin tak semestinya bimbang selama ia meyakini tujuan akhir yang ingin dicapainya. Karena dari tujuan tersebut ia bisa menimbang sikap mana yang paling mendukung tercapainya tujuan. Apakah partisipatif, otokratis, atau kombinasi keduanya.

Kepemimpinan Lee sangat menginspirasi pada saat ia melibatkan dua tangan sekaligus; yaitu tangan pemikir (thinker) dan tangan pelaku (doer). Mengingat di beberapa organisasi, seringkali seorang pemimpin terperangkap dalam sudut pandang yang sangat dikotomis. Yaitu, lebih menyukai para pelaku saja, sementara menganggap para pemikir hanya bisa berwacana. Kadang kala mereka lebih condong ke para pemikir, dengan menganggap para pelaku sebagai robot pelaksana. Pandangan yang agak naïf seperti itu kurang menguntungkan bagi si pemimpin sendiri, karena ibarat “kepala” dan “tangan”, tentu kedua-duanya sangat kita perlukan. Di atas itu semua, Lee Kuan Yew adalah seorang “arsitek sosial” yang piawai dalam membangun corak budaya yang akan menjadi identitas masyarakat yang dipimpinnya. Sehingga dengannya, seluruh masyarakat yang berasal dari latar belakang etnis yang berbeda bisa “diikat” ke dalam satu persepsi dan cita-cita yang sama. Dan ini merupakan prasyarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin agar ia dapat menjalankan rencana-rencana berikutnya.

Singkatnya, semua jalan yang relevan menuju tercapainya tujuan ia terapkan, terlepas orang lain akan suka atau hanya terpaksa. Mungkin kalau meminjam istilah Deng Xiaoping, “Tak peduli kucing hitam atau kucing putih, asalkan dia bisa menangkap tikus”. Sehingga dalam hal ini, “menangkap tikus” atau tercapainya tujuan lah yang menjadi pertimbangan utamanya, ketimbang sibuk mempersoalkan hitam atau putihnya pro dan kontra.

Sunday, March 9, 2014

EFEK KAKUS



Sebuah lelucon yang sederhana bahwa kalau Anda telah menderita selama dua tahun, maka Anda akan terbiasa dengan penderitaan itu dan tidak memikirkannya lagi. Hal ini kita sebut sebagai efek kakus. Artinya, kalau Anda masuk ke dalam kakus atau toilet pasti mencium bau yang tidak sedap. Tetapi setelah Anda masuk selama sepuluh menit, maka Anda tidak akan merasa mencium bau itu lagi. Karena sudah terbiasa dengan bau tidak sedap itu.

Yang penting dalam hidup adalah bagaimanapun sengsaranya kita, betapapun beratnya pekerjaan kita tetapi setelah mengerjakannya dalam kurun waktu yang cukup lama, Anda akan terbiasa. Kalau mau memanfaatkan pengetahuan ini dan memaksa diri kita untuk bekerja lebih keras, menerima tugas lebih banyak, kalau satu orang bisa mengerjakan tujuh pekerjaan, kenapa tidak dikerjakan selama sembilan hari saja. Kalau Anda sudah biasa mengerjakan sembilan pekerjaan setiap hari dan tidak tujuh hari lagi, maka selama 5 bulan berturut-turut Anda akan menjadi terbiasa.

Hal itu bukan sesuatu yang berat buat Anda. Cobalah untuk memanfaatkan hal ini dengan sedikit memaksa. Kalau biasanya kerja sampai jam 18.00 WIB, coba paksakanlah sampai pukul 18.30 WIB. Setelah lewat beberapa bulan, maka bekerja hingga pukul 18.30 WIB tidak akan terasa berat. Ada seorang teman di Jepang, di mana setiap bekerja dia selalu naik kereta api. Lalu dilanjutkan naik bis dan total memakan waktu satu setengah jam untuk perjalanan berangkat. Di Jepang hal itu sudah menjadi biasa.

Ketika ditanya apakah tidak terlalu sengsara kalau setiap hari harus berada di jalan selama tiga jam. Dia bilang tidak dan sudah biasa. Demikian halnya dengan efek kakus bahwa kalau seseorang sudah melakukan sesuatu dengan kebiasaan dan terbiasa, maka dia tidak akan merasa sebagai hal yang sengsara.

Kenapa kita tidak memanfaatkan pengetahuan ini untuk berbuat hal yang positif dengan sedikit memaksakan diri kita dalam melakukan tugas-tugas kita? Hingga kita lebih bisa sukses lagi dan lebih giat bekerja.

Tuesday, February 18, 2014

Kecerdasan Emosi dalam Pekerjaan



Alkisah dua orang pegawai, sebut saja Badrun dan Bahrun sama-sama bergabung sebagai pegawai baru di sebuah kantor. Tingkat kecerdasan yang mereka miliki (IQ) relatif sama.

Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, kantor tempat mereka bekerja memberi kepada karyawan untuk mengambil kuliah sore. Dalam hal ini, Badrun tampaknya lebih aktif, sedangkan Bahrun-karena kesibukannya-tidak memiliki kesempatan serupa. Akan tetapi, pengetahuan Badrun yang semakin banyak ternyata tidak sebanding dengan caranya membawa diri di tengah lingkungan kerja.

Kerapkali dia sok pintar dan memotong pembicaraan orang tanpa mengenali dulu isi pembicaraan tsb. Tidak hanya itu, banyak keluhan yang muncul dari teman-temannya terhadap sikap Badrun. Hanya karena masalah sepele dia sering menunjukkan raut muka tidak bersahabat, membanting telepon ketika idenya tidak diterima, dsb.

Alhasil, Badrun semakin tidak disenangi oleh pelanggan maupun rekan-rekan pegawai. Sementara si Bahrun, yang notabene tidak memperoleh tambahan pengetahuan untuk mengembangkan diri ternyata memiliki tingkah laku yang berbeda dalam membina relasi. Dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Baginya, teman-teman kerja dan atasan adalah orang yang harus didengarkan serta dilayani sungguh-sungguh. Bahkan, di hadapan rekan-rekan kerja dan pimpinannya dia memosisikan diri sebagai pelayan.

Bahrun tahu bagaimana membagi waktu yang proporsional antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. Ketika dia memegang dana anggaran belanja di kantor, dia mampu membuat pos tersendiri agar tidak berbaur dengan uang pribadinya. Di tengah-tengah unit kerjanya dia adalah smart people – pegawai yang disenangi. Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama Bahrun telah dipromosikan menjadi salah satu pejabat dilingkungan perusahaannya, mendahului rekan seangkatannya, Badrun.

Ilustrasi di atas kiranya dapat menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence=EQ) Bahrun lebih menonjol dibandingkan Badrun. Dan tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan mengelola emosi jelas merupakan hal yang mutlak diperlukan dalam membina hubungan antar sesama manusia karena penilaian sikap dan perilaku kita bukan dinilai oleh diri sendiri tetapi kita dinilai oleh orang lain.

Tuesday, January 14, 2014

Tentang Obsesi



Obsesi adalah sesuatu yang penting untuk mendorong kita menjadi sukses. Kalau Anda melihat sejarahnya orang-orang sukses, mereka selalu memiliki obsesi tinggi terhadap segala hal dalam kehidupan ini. Biasanya a high achiever atau orang yang berhasil mencapai apa yang diinginkannya mempunyai karakterisitik yang unik.

Pertama, pada saat melihat kesempatan yang menurut dia benar, selalu ia manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kedua, dia selalu melihat persoalan-persoalan yang ada hubungannya dengan goal atau tujuan yang ingin dia capai. Dia juga selalu menghindari untuk melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan untuk mendekatkan dia pada goal yang ingin dicapai. Ketiga, ia selalu memanfaatkan waktunya untuk mencapai hal-hal yang benar-benar ingin dicapainya.

Kita percaya bahwa orang yang sukses itu selalu mempunyai obsesi dalam kehidupannya. Obsesi tersebut biasanya sangat tinggi. Obsesi tersebutlah yang membuat drive atau dorongan mereka mau untuk mencapai apa yang diinginkan. Jadi, yang penting adalah bukan bagaimana mencapai sesuatu itu, tetapi lebih dari itu adalah apa yang ingin kita capai. Mereka selalu bekerja demikian kerasnya untuk mencapai obsesi yang diinginkannya itu.

Hal yang paling penting dalam “Rahasia Sukses Berbisnis” adalah mencoba untuk melihat dalam setiap hari kehidupan kita. Hal-hal apa yang seharusnya kita lakukan supaya kita lebih mendekatkan diri pada sukses tujuan kita.

Kemudian, jika kita telah mengetahui apa yang menjadi obsesi kita, selanjutnya adalah menghindari apa yang melemahkan kita atau yang tidak ada gunanya terhadap tujuan kita. Terakhir atau ketiga adalah memanfaatkan seluruh waktu kita untuk bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan itu. Jadi, kita harus mencoba untuk setiap hari selalu maju lebih dekat terhadap goal atau tujuan atau obsesi yang kita inginkan dalam hidup ini. Setiap hari kita harus bergerak maju dan bukannya mundur dalam action-action yang kita lakukan terhadap goal yang akan kita capai itu.

Semoga bermanfaat untuk mendorong Anda menjadi orang-orang yang sukses


Tuesday, November 12, 2013

Orang-orang Sukses di Dunia


1.KESUKSESAN tidak ada kaitannya dengan USIA Anda!
-Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
-Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
-Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
-Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
-Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun

2.KESUKSESAN Tidak ada kaitannya dengan Suku, Agama, Bangsa, Warna Kulit Dan Keturunan.
-Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini.
-Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
-Confusius: anak yatim di Cina
-Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3.KESUKSESAN Tidak ada kaitannya dengan (Cacat) FISIK.
-Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, penulis dan pendidik terkenal dunia.
-Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
-F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
-Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
-Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik, pemimpin pasukan penakluk Eropa.
-Anthony Robbins: Lulusan SMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.

4.KESUKSESAN Tidak ada kaitannya Dengan TINGKAT PENDIDIKAN.
-Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.
-Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
-Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
-The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
-Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.

5.KESUKSESAN Tidak Ada Kaitannya Dengan LATAR BELAKANG KELUARGA.
-Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
-Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.

Saturday, November 9, 2013

Karyawan Terbaik



Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya.

Untuk itu Ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing" sebutir BENIH di tangannya dan berkata :
"sirami dg teratur, rawat & kembalilah setahun dari sekarang dg membawa tanaman yg tumbuh dri benih ini. Yg TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sbg CEO perusahaan ini."

Seorang karyawan, Toni plg k rumah. Stiap hari benih itu ia siram dg air dan diberinya pupuk. Stlh 6 bulan, d kantor smua slg membicarakan tanaman mereka. Hanya Toni yang benihnya tidak tumbuh sama sekali.

Toni merasa gagal.

Stlh 1 thn, sluruh eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil benih tsb.
Toni berkata pd istrinya bhwa ia tidak akn membawa pot yg kosong,
Namun istrinya mendorong untuk menyatakan yg sebenarnya.
Toni menyadari bhw istrinya menyarankan HAL YANG BENAR

Masuk ruang meeting , Toni membawa pot kosong
Sluruh mata memandangnya kasihan.
Ktka CEO masuk ruangan Ia memandang keindahan sluruh tanaman itu , hingga akhirnya bhenti ddpan Toni yg tertunduk malu
Sang CEO memintanya k depan & menceritakan kronologisnya

Ketika ia selesai cerita, CEO berkata
"beri tepuk tangan untuk Toni , CEO yg baru"

Ia berkata
"Semua benih yang kuberikan kepada kalian , sebelumnya telah KUREBUS DENGAN AIR PANAS hingga mati & tdak mgkn tumbuh lg. Jika benih kalian dpt tumbuh, berarti kalian telah menukarnya & berbohong padaku. Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR"

Pesan moral :

"Tabur KEJUJURAN, menuai Kepercayaan
Tabur KETEKUNAN, menuai Kemenangan
Tabur KERJA KERAS, menuai Kesuksesan
Jangan takut menjalani jika itu BENAR"

Raih Kesuksesan dengan berbekal kejujuran dan ketulusan hati untuk meraih Masa Depan yg Cemerlang

Saturday, October 12, 2013

Pentingnya Nama Dalam Kesuksesan Suatu Usaha


Nama adalah sesuatu yang sangat menarik, dan merupakan hal yang paling indah yang pernah kita dengar. Dari nama itulah kita memperoleh pengenalan sebagai seorang individu, dan hal ini merukapan hal yang penting bagi kehidupan kita. Padahal kadang-kadang nama ataupun perusahaan kita adalah sesuatu yang tidak mudah diingat atau mungkin tidak kita sukai karena mengandung konotasi yang berbeda dengan apa yang diharapkan. Maka, kita harus mencari nama yang mudah diingat oleh orang lain supaya mereka dapat mengingat kita.

Setiap hari orang-orang akan melihat dan mendengar banyak hal dalam hidup ini tetapi dia tidak mempunyai kepentingan untuk mengingat nama kita. Sehingga kalau nama kita sangat sulit diingat oleh orang lain, maka mereka pun akan mudah untuk melupakannya. Yang  menarik adalah di Hollywood, di sana terdapat dunia gemerlap yang membutuhkan strategi marketing yang baik. Kalau Anda lihat, di sana ada beberapa nama besar seperti Tom Cruise. Padahal nama asalnya adalah Tom Mapoter. Orang akan tidak suka karena nama itu tidak komersial. Begitu juga dengan Cher, seorang penyanyi yang sampai usia 60-an masih terlihat seksi dan bisa menyanyi dengan baik. Nama aslinya adalah Cherllyn Sakeshian. Siapa yang bisa mengingat nama seperti itu? Kirk Douglas yang merupakan ayah  dari Michael Douglas mempunyai nama asli Ishyur Danielovich.
                                                                          
Kalau kita lihat nama-nama orang film terkenal, itu sebetulnya bukan nama asli mereka. Karena itu dalam bisnis, kalau akan memberi nama perusahaan ataupun nama kepada putra putri kita, carilah nama yang mudah diingat.

Ketika saya men-set nama SamDesign, saya beradu argumen lama. Nama perusahaan kami PT. Kompakindo Media Dewata. Pada saat itu saya mempunyai pemikiran untuk menjual ke luar negeri. Tetapi bagaimana orang bule bisa mengingat nama yang begitu panjang. Tetapi mereka akan dengan mudah untuk mengingat nama Sam karena kata S-A-M di luar negeri adalah kata yang paling umum. Kebetulan pada saat itu ada saya sendiri, S untuk  mewakili Santoso, A adalah Anang, dan M adalah Martin. Yang lebih penting lagi adalah nama itu mudah diingat orang. Kalau nama kita aneh dan sangat sulit untuk diingat, itu akan membuat kita lebih sulit untuk diingat. Maka, memberi nama yang mudah diingat kepada perusahaan kita adalah penting sehingga mereka selalu akan mudah diingat orang. Demikian business wisdom kali ini. Semoga bermanfaat untuk bisnis dan karir Anda di hari-hari mendatang.

Saturday, September 28, 2013

Artikel Bisnis: Kerja Keras Vs Kerja Cerdas



Bekerja keras itu adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai sukses. Tapi yang tidak kalah pentingnya, kita juga harus melakukan kerja keras kita dengan benar . Kadang-kadang banyak orang yang bekerja keras luar biasa dengan cara, tujuan atau pendekatan yang salah, sehingga tidak pernah sukses dan pada akhirnya putus asa. Kalau orang bilang practice makes perfect, tetapi kalau imperfect practice (practice yang tidak benar) yang anda lakukan, maka hasilnya tidak akan pernah perfect.

Ada sesuatu yang lebih dari sekedar bekerja keras. Tapi bekerja dengan smart, atau smart working. Kita bisa melihat kegiatan kita sehari-hari. Mungkin bertahun – tahun kita sudah bekerja keras, pukul tujuh sudah pergi kantor sembilan malam baru pulang. Apalagi kalau ada makan malam dengan klien, lembur, tugas luar kota, dan lain-lain. Tapi kenapa kita masih belum sukses juga?. Bertanyalah kepada diri Anda sendiri, apakah yang Anda lakukan itu sudah benar?. Sudah tepatkah cara yang anda lakukan itu untuk mencapai sesuatu kesuksesan?.

Kata orang, "effort is the single most overrated trade in producing success". Bekerja keras dianggap oleh orang-orang akan selalu membawa sukses. Padahal, sukses itu tidak datang hanya dari kerja keras saja, tetapi dari banyak faktor lain seperti efisiensi, arah yang kita tuju, persiapan, kebenaran, produk dan kesempatan yang timbul, dll.

Ada sebuah perusahaan yang cukup bagus dan ramai. Suatu ketika perusahaan itu membuka cabang satu, dua bahkan hingga lima. Dengan bekerja luar biasa, kenyatannya perusahaan tersebut tambah rugi. Dia heran kenapa? Setelah dianalisa, ternyata produk yang dijual profit-nya sedikit. Lalu dia mulai berpikir, bagaimana caranya memperbaiki situasi ini.

Kadang-kadang kita harus berhenti bekerja keras untuk mau berpikir lebih tenang dan masuk ke pemikiran dan mempertanyakan pada diri sendiri. Apa yang harus saya perbaiki?. Apa yang salah pada apa yang saya lakukan?. Karena dengan hanya bekerja keras saja tidak akan membawa sukses. Tetapi bekerja keras dengan benar, mau menganalisa diri, melihat orang lain, belajar dari semua lini dengan benar, barulah Anda dapat mencapai sukses. Ini sangat penting, dan walaupun semua orang tahu, kadang-kadang kita melupakannya karena rutinitas harian kita. Maka apapun yang Anda lakukan sama dengan apa yang anda lakukan kemarin, tidak pernah dianalisa lagi. Maka hasilnyapun akan kurang lebih sama dengan yang Anda hasilkan dulu. Kalau Anda ingin melakukan perbaikan, Anda harus melakukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang dulunya belum pernah Anda lakukan. Jangan hanya sekedar menjalankan rutinitas hidup. Melakukan rutinitas yang sama bahkan akan lebih berbahaya, karena setelah lewat 5 atau 10 tahun Anda baru sadar kalau telah salah. Maka cobalah ambil sepotong waktu Anda meski hanya satu atau dua jam untuk berpikir dengan tenang. Lalu mengevaluasi terhadap apa yang sudah Anda lakukan selama ini. Tidak hanya sekedar bekerja dengan keras, tetapi juga bekerja dengan benar.

Semoga bermanfaat.

Friday, September 27, 2013

Motivasi Bisnis: Planning and Action


"Most people spent more time to planning their summer vacation than planning their life". Artinya, orang itu lebih sering merencanakan liburan itu lebih hati-hati, tapi membiarkan kehidupan berlalu begitu saja tanpa adanya planning. Karena kehidupan itu sudah berjalan apa adanya, sehingga kita lupa melakuan perencanaan terhadap kehidupan itu. Apa yang ingin kita capai dalam dua tahun ke depan, lima atau sepuluh tahun ke depan, seringkali dibiarkan tanpa adanya rencana.

Ada baiknya kembali kepada diri sendiri dan mencoba untuk mem-planning kehidupan kita. Tetapi kita juga harus sadar bahwa planning tanpa action adalah percuma. Saya melihat, banyak orang sukses selalu mempunyai action yang bagus, meskipun planning-nya kurang tepat. Saya juga banyak melihat orang gagal, padahal planning-nya sudah bagus, disebabkan oleh action-nya yang jelek.

Artinya, planning dan action adalah dua hal yang harus jalan bersamaan. Kalau kita tidak melakukana apa yang kita planning, sama saja tidak ada artinya sama sekali. Jadi planning dan action harus jalan hand to hand. Yang terbaik adalah ada planning dan action, kemudian ada evaluasi dari semua itu. Kemudian melakukan re-planning, action dan evaluation secara berturut-turut. Kalau kita hanya melakukan planning tanpa action akan menjadi mimpi kosong dan tidak menjadi sebuah hasil. Sebaliknya, bila kita melakukan action tanpa planning yang baik, maka akan terjadi chaos atau kekacauan serta ketidakefektifan dari apa yang kita lakukan.

Kalau kita sudah melakukan keduanya dengan baik, maka sukses adalah sesuatu yang gampang dicapai. Kata Tom Peters, "Do something, do anything, get going now". Lakukanlah hal itu. Anda harus melakukan sesuatu setelah planning. Anda juga harus menjalankan action anda dengan secepatnya, dan tidak hanya melakukan planning saja.

Semoga bermanfaat.

Monday, September 23, 2013

Seni Hidup



Maka Allah memerintahkan kita untuk bekerja tulus dan ikhlas karena Allah. Berbuat sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah. Maka sangatlah tidak beruntung kita manakala hidup kita ini untuk kepuasan kita sendiri. Karena pasti tidak langgeng dan pasti akan timbul kerusakan.

Umat Muhammad itu harusnya ibarat lebah madu, yang bermanfaat untuk dirinya, orang lain dan alam sekitarnya. Dimana ada umat Muhammad, tidak ada kerusakan disitu. Tidak ada yang merusak dan tidak ada yang di rusak.

Kenapa kita tidak selamat, karena tidak mengikuti apa yg diperintahkan Allah dan Rasulnya.
Dan Allah perintahkan kita untuk tulus dan ikhlas. Berbuat hanya untuk kebaikan akherat. Dan biarlah balasan dunianya Allah yang menentukan. Kalau pun kita mendapatkan harta dan segala yang ada di dunia ini, maka biarlah itu hanya sebagai imbas. Bukan tujuan.

Maka buat orang yang beriman, segala yang kita dapatkan di dunia adalah imbas. Biasanya imbas dari sesuatu itu lebih besar daripada tujuan. Kalau kita menginginkan akherat, maka dunia pun dapat. Karena dunia hanya imbas dari niat untuk akherat.

Dalam hidup ini ada 2 hamba. Hamba Allah dan Hamba Thaghut. Hamba Allah ini selalu diperhatikanNya. Kalau hamba Thaghut Allah juga kasih tapi tidak diperhatikan.

Wahai diriku, yang mendamba Rahmat Tuhanmu, adalah penting untuk menjadi hamba Allah, agar selamat dunia akherat. Untuk itu manakala memulai sesuatu, mulai lah dengan nama Allah. Memulai dengan nama Allah, artinya juga harus menjalankan sesuatu dengan logika Allah.

Dalam hal memulai sesuatu, Allah berfirman, Allah akan memberikan amanah ( berupa harta, kekuasaan, dll ) kepada orang-orang beriman itu sesuai dengan kadar iman yang ada di dalam diri kita. Kalau mau memberi, Allah lihat-lihat dulu, kalau sekira malah merusak Allah tidak beri. Tapi kalau hamba thaghut Allah memberi, memberi saja. Tidak mempertimbangkan dari sisi RahimNya.

Contoh rejeki, Rejeki itu di dunia ini seperti pesawat besar, berputar-putar di atas siap mendarat. Tapi kalau bandaranya kecil, maka dia tidak mendarat. Karena kalau dipaksakan mendarat, kalau tidak bandaranya rusak pasti pesawatnya yang hancur. Allah akan memberi rejeki hambanya yang beriman dengan melihat kadar besar dan kuatnya bandaranya. Besar dan kuatnya hati hambanya menerima rejekinya. Kalau hamba thaghut Allah tidak perlu melihat kualiats bandaranya ini.

Maka ini menjadi rumus orang beriman. Misalnya dia ingin memulai bisnis. Diperbaiki diri. Siapkan diri untuk menerima rahmat Allah. Karena pada waktu rahmat datang, bercucuran rahmat Allah, bercucuran kekayaan Allah. Karena Allah maha cepat perhitungannya, maka pemberian Allah pun datang begitu cepat. Sampai-sampai yang menerima pun terkesima, karena begitu derasnya rejeki Allah. Asalkan Allah melihat dia siap menerima amanahNya.

Tapi kalau sekira malah merusak ditahanNya. Ditunggunya sampai hambaNya siap. Dan diberiNya sebatas itu tidak merusak.

Maka wahai diri ini sendiri, bina lah akhlak dahulu, perbaiki diri dahulu, sampai siap menerima ketika amanah itu datang. Maka rejeki pun akan datang, sebagai rahmat, bukan malah sebagai batu yang akan menggelincirkan kita di akhir perjalanan...