Showing posts with label Headline. Show all posts
Showing posts with label Headline. Show all posts

Thursday, August 13, 2015

4 Tips Menggunakan Jilbab Paris untuk ke Kantor




Jilbab paris terbuat dari material katun tipis yang membuat penampilan terlihat kasual. Ketika ingin tampil profesional, jilbab paris tidak disarankan dipakai ke kantor sebaiknya diganti dengan sutera atau satin. Namun beberapa wanita lebih senang mengenakan jilbab paris karena mudah dikreasikan dan bahannya tidak licin. Bagi Anda yang ingin tetap tampil formal dengan jilbab paris saat ke kantor, ini tips mengkreasikannya.


1. Dimasukkan ke Dalam Kemeja
Salah satu cara membuat jilbab paris terlihat formal dengan mengkreasikannya secara simpel lalu dimasukkan ke dalam kemeja. Anda bisa mencontoh gaya hijab model sekaligus aktris senior Okky Asokawati. Lihat bagaimana cara Okky memadukan jilbab paris untuk tetap terlihat elegan walaupun bahannya dari material katun tipis. Ia seringkali menyelipkan kerudungnya ke dalam kemeja untuk tampil stylish saat pergi ke kantor.



2. Tambahkan Bros
Untuk mengalihkan perhatian dari material yang tipis sebaiknya tambahkan bros ketika mengkreasikannya. Anda bisa mengkreasikannya seperti gaya hijab Angel Lelga dengan tambahan ring atau bros di bagian depan dada. Perhatikan pula padu padan busana Anda. Tambahkan blazer atau pakailah kemeja agar penampilan tidak terkesan terlalu kasual.



3. Tetap Simpel
Ketika menerapkan jilbab paris, Anda disarankan untuk memilih gaya yang simpel bukan turban ataupun kreasi unik lainnya. Tetap sederhana dan klasik untuk membuat penampilan terlihat formal. Hindari memilih kerudung paris yang penuh motif sehingga fokus orang lain langsung tertuju pada jilbab Anda.



4. Kalung Statement
Penambahan aksesori seperti kalung statement bisa membuat penampilan terlihat lebih stylish walaupun memakai jilbab paris. Selain itu, kalung yang etnik atau unik akan menarik perhatian sehingga jilbab tidak lagi terkesan kasual terutama bila diimbangi dengan setelan busana untuk ke kantor.

Sumber : Detik

Tuesday, February 3, 2015

REJEKI BANYAK BENTUKNYA



Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya (Yeti Haryati) .


Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan belum berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau nggak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalaun nggak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. Kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…”, katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”

“Kalau nggak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang mengatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah nggak dapat uang sama sekali, tau-tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Al-qurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa , Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan...

Ref. : Ustadz Fatih Karim

Monday, February 2, 2015

BAHAGIA ITU SANGATLAH DEKAT




Sore itu saya ada mampir disebuah kedai Soto Ayam di Jl.Gusti Ngurah Rai, Klender. Memesan semangkok soto dan duduk membaca koran menunggu macet yang belum juga terurai.

Seorang Ibu setengah tua dengan 2 anak dengan penampilan sederhana masuk, "Mas, berapa harga semangkok soto?" Tanya ibu.
" 10.000" Bu kata penjual soto dengan senyuman... 
"Kedua anak saya sungguh ingin makan soto, tapi uang saya hanya 7,000 rupiah, apa bisa dibuat 2 porsi walau hanya kuah dan sedikit mie, tak menjadi masalah, "tanya ibu sedikit Ragu..."
"Oh, mari Bu masuk, silakan duduk" kata mas penjual soto... lalu 3 mangkok soto berukuran besar sudah dihidangkan didepan... 
"Tapi uang saya hanya 7000... Mas ?" Tanya ibu sekali lagi dengan sedikit ragu..., sang ibu masih punya harga diri untuk tidak meminta penuh...
"Oh..nggak apa-apa ibu, ibu bertiga makan saja dan simpan uang ibu...".Ibu itu tersenyum dan membungkukkan 1/2 tubuhnya...

Saya tersenyum kagum, melihat Kebaikan penjual Soto...
5 menit setelah ibu dan anak beranak pergi..., seorang Pemuda yang dari tadi duduk dipojok. Membayar dengan uang 100,000 dan pergi begitu saja.
"Mas, ini kembaliannya "... 
"saya makan 1 mangkok dan 1 bungkus kerupuk", sisanya untuk bayar Ibu dan 2 anak tadi Bang".
Kata pemuda itu menghidupkan sepeda motornya...
Saya benar-benar sangat terpesona, dengan kebaikan-kebaikan yang telah dihadirkan didepan Mata... 
Si ibu miskin yang jujur, yang tak mudah meminta, penjual Soto yang baik, dan pemuda yang pemurah. Dan sayapun kecipratan Kebahagiaan karena melihat kejadian itu...
Jika saja setiap Orang tidak melulu menggunakan Hukum dagang dan transaksi, tentu pintu-pintu kesempatan, berkat akan banyak dibukakan oleh-Nya...
Jika saja setiap orang lebih dahulu MEMBERI bukan MEMINTA Dunia akan punya banyak "warna..."

Ref. Buku "Happiness is simple"

Thursday, January 22, 2015

Narkoba dan bahayanya bagi kesehatan



Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.

Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.

Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.

Dr. Hassan Syamsi Pasya dalam bukunya yang berjudul Hamasa fi Udzun Syâb (Bisikan di Telinga Pemuda) menjelaskan bahwa jenis narkoba yang paling berbahaya adalah jenis narkotika yang menyebabkan ketagihan mental maupun organik, seperti opium dan derivasi turunannya.
Nama-nama dan jenis narkoba serta bahayanya antara lain:

1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.

Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.

Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.

Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.

Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.

Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.

Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.

Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.

6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.

Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.

Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.

Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.

Pengaruh Narkoba
Tidak diragukan lagi, kata Dr Pasya, bahwa pecandu narkoba pada dasarnya adalah orang mati di tengah orang-orang hidup. “Hanya saja, rohnya masih tetap menempel pada jasadnya dan dia terus bertarung sengit dengannya untuk tetap bertahan hidup,” ujar konsultan penyakit jantung di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata King Fahd Saudi Arabia ini.

Narkoba benar-benar menyia-nyiakan waktu, menghilangkan akal sehat dan memasukkan pelakunya dalam kondisi ketidaksadaran yang menghalanginya untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Bahkan terkadang menyeretnya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan dan hal-hal yang diharamkan. Masih mau dibudak narkoba?


Sumber: http://razulweb.net46.net/index.php?pilih=hal&id=14

Monday, September 23, 2013

Wisata Bandung Caringin Tilu (Cartil)



CARTIL (Caringin Tilu), tempat wisata alam ini mungkin bisa dibilang asing bagi warga Bandung khususnya, dan Jawa Barat pada umumnya. Kawasan wisata yang syarat dengan mitos dan terkesan eksotisme ini berada di kawasan Kampung Cisayur, Desa/Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Sebagian orang yang sudah mengenal obyek wisata ini menyebutnya dengan Cartil, singkatan dari Caringin Tilu. Cartil dibuka menjadi tempat wisata mulai tahun 2002 silam. Cartil memiliki keindahan alam yang masih perawan. Ketika dibuka , di kawasan ini hanya ada tiga orang penjual makanan. Namun, kini semakin ramai dengan berdirinya 25 saung dengan berbagai varian makanan yang disediakan.

Caringin Tilu dalam bahasa Sunda mempunyai arti tiga pohon beringin. Nama tersebut diambil karena di tempat tersebut terdapat tiga pohon beringin yang berumur ratusan tahun. Kini hanya tersisa satu pohon, karena satu pohon tumbang, dan satu pohon lagi mati kering. Untuk melestarikan keidentikan nama tempat ini dengan keberadaan pohon beringin warga setempat menanam dua pohon beringin sebagai pohon pengganti.

Kenapa Cartil selalu dikaitkan dengan mitos oleh warga setempat? Sebab di atas tempat ini ada makam leluhur yang diyakini merupakan tempat keramat oleh warga sekitar. Mitos yang berkembang selalu dihubungkan dengan kematian dua pohon beringin atau caringin saat kekalahan salah satu partai yang berlambangkan beringin pada pemilihan umum.

Daratan tinggi Cartil yang memiliki keindahan alam sangat alami ini akan membawa kita pada rasa nyaman dan damai melihat harmonisasi alam yang terhampar luas di depan mata kita. Dari hamparan hijau Cartil kita bisa melihat Kota Bandung dengan leluasa. Akan begitu jelas ketika Kota Bandung dilihat pada malam hari. Wow… ibarat lautan hitam yang bertebaran beribu bintang berasal dari ribuan lampu penduduk.

Setiap weekend, Cartil selalu disesaki para pengunjung. Tentu hal tersebut memberi keuntungan yang besar bagi para pedagang yang kebanyakan warga pribumi. Warung-warung di sana menyediakan makanan dan jajanan untuk para wisatawan Cartil.

Keindahan malam

Keindahan wisata Caringin Tilu di malam hari sungguh memesona. Sambil menikmati pemandangan yang hijau itu, pengunjung bisa sekalian memesan jajanan dari warung-warung yang berderet rapi seperti mie goreng, nasi goreng, mie rebus, bandrek, dan banyak lagi.

Secara geografis wilayah Cartil termasuk dalam kawasan Bandung Utara. Caringin Tilu menjadi salah satu lokasi terbaik guna menikmati wisata alam penggunungan di dataran tinggi Bandung. Dari lokasi ini pula, cakrawala dari ujung timur hingga ke barat wilayah Cekungan Bandung yang dikurung pegunungan, terlihat jelas.

Mulai dari sisi utara ke timur tampak Gunung Bongkor, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Manglayang, Gunung Geulis, Gunung Mandalawangi. Sisi bagian selatan berjejer Gunung Papandayan, Patuha, dan Gunung Malabar hingga pegunungan sebelah barat, mampu diteropong dari Cartil. Sungguh keindahan alam yang sangat memanjakan pandangan mata.

Wisata Cartil ibarat sebuah intan yang terpendam dalam lumpur karena memiliki potensi wisata yang sangat potensial namun belum terekspos secara maksimal. Jangankan oleh orang luar Kota Bandung, konon, orang-orang Bandung sendiri banyak yang mengernyitkan dahi ketika disinggung soal Caringin Tilu padahal jaraknya hanya sepelemparan batu.

Untuk menuju kawasan Cartil sangatlah mudah. Arahnya dari Terminal Cicaheum Bandung belok kiri ke Jalan Padasuka dari arah Bandung kota. Untuk sampai di Cartil yang jaraknya sekitar 5 km dari Cicaheum kuncinya hanya satu, ikuti saja alur jalan yang berkelok dan menanjak, maka sekitar 20 menit kemudian sampailah kita di puncak tertinggi di Kecamatan Cimenyan itu. Jika Anda punya waktu luang bersama pasangan atau keluarga, tidak ada salahya jika Cartil dijadikan salah satu tujuan wisata Anda.

Sumber: http://www.infobdg.com

Rute Angkot Bandung






Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki banyak sekali angkutan umum, Bagi anda yang ingin berpergian dan kebingungan untuk mencari angkutan umum di kota Bandung anda bisa menggunakan aplikasi pencarian angkota di kota bandung disni. Tinggal anda isikan kolom cari rute angkot dari dengan tempat dimana anda sekarang, lalu ketik tujuan anda, makan akan muncul jenis angkutan umum yang harus anda gunakan. untuk lebih jelasnya anda bisa melihat langsung rute-rute angkutan umum di Bandung, seperti di bawah ini:



Hijau – Kuning (01)
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via BINONG (01) – 24 jam
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Sancang – Jl. Lodaya - Jl. Martanegara – Jl. Turangga – Jl. Gatot Subroto – BSM – Binong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

CICAHEUM via BINONG - ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam
Terminal Cicaheum - Jl. PHH. Mustofa (Suci) - Jl. Cikutra - Jl. Katamso - Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Binong – BSM – Jl. Turangga – Jl. Martanegara - Jl. Lodaya – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Dewi Sartika - Terminal Kebon Kelapa


Hijau – Merah Marun (02)
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – CICAHEUM via ACEH (02) – 05.00-19.00
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede - Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Lombok – Jl. Aceh – Jl. Taman Pramuka – Jl. Cendana – Taman WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum

CICAHEUM – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) via ACEH (02) - 05.00-19.00
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Katamso – Taman WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. Aceh – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera - Jl. Tamblong - Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa


Hijau – Oranye
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – DAGO – 24 jam
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Sulawesi – Jl. Seram – Jl. RE Martadinata (Riau) – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago

DAGO – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – 24 jam
Terminal Dago – Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sultan Agung – Jl. Trunojoyo – Jl. RE. Martadinata – BIP (Jl. Merdeka Dago) – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa


ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – ELANG
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Pungkur – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Pagarsih – Jl. Nawawi – Jl. Aksan – Jl. Suryani – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Elang – Terminal Elang

ELANG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)
Terminal Elang – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Nana Rohana – Jl. Suryani – Jl. Situ Aksan – Jl. Pagarsih – Jl. Kalipah Apo - Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa


Hijau – Biru Muda
ABDUL MUIS (Kebon Kelapa) – LEDENG
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Kautamaan Istri – Jl. Balong Gede – Jl. Pungkur – Jl. Karapitan – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Banda – Jl. RE Martadinata (Riau) – BIP (Dago) – Jl. Merdeka – Jl. Aceh – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi - Terminal Ledeng

LEDENG – ABDUL MUIS (Kebon Kelapa)
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa


Krem - Hijau
ANTAPANI – CIROYOM – 05.00-22.00
Terminal Antapani – Jl. Cibatu (Antapani) – Jl. Purwakarta (Antapani) – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gudang Utara – Jl. Bangka – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan - Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – ANTAPANI – 05.00-21.00
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Istana Plaza (Pajajaran) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – BEC (Purnawarman) – Jl. Wastu Kencana – Jl. Aceh – Jl. Kalimantan – Jl. Belitung – Jl. Bangka – Jl. Gudang Utara – Jl. Ahmad Yani – Stadion Persib (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta (Antapani) – Jl. Subang (Antapani) – Jl. Cibatu (Antapani) – Terminal Antapani


Biru Tua
BUAH BATU – SEDERHANA (Buah Batu - Kebon Kelapa)
Terminal Buah Batu – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

BUAH BATU – SEDERHANA (Kebon Kelapa – Sederhana)
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung (Stasiun Bandung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) – Jl. Sederhana – Terminal Sederhana

SEDERHANA – BUAH BATU (Sederhana - Kebon Kelapa)
Terminal Sederhana – Jl. Jurang – Jl. Cemara – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki (RS. Hasan Sadikin) - Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Jukut – Viaduct – Jl. Braga – Jl. Lembong – Jl. Tamblong – Jl. Lengkong Besar – Jl. Ciateul – Jl. Dewi Sartika – Terminal Kebon Kelapa

SEDERHANA – BUAH BATU (Kebon Kelapa – Buah Batu)
Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Buah Batu – Jl. Banteng – Jl. Gajah – Jl. Buah Batu – Terminal Buah Batu


BUMI ASRI – CIROYOM
Bumi Asri - Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya - Jl. Holis – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Wastu Kencana – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) - Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – BUMI ASRI
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Bumi Asri


Putih – Oranye – Hijau
CARINGIN – DAGO
Pasar Induk Caringin – Jl. Babakan Ciparay – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Sukamulya – Jl. Terusan Jamika – Jl. Jamika – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana - Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Cikapayang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Jl. Cigadung Raya – Terminal Dago

DAGO – CARINGIN
Terminal Dago – Jl. Cigadung Raya – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Cikapayang – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Rangga Gading – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. Purnawarman – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Arjuna – Jl. Supadio – Jl. Ciroyom – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Waringin – Jl. Sudirman - Jl. Jamika – Jl. Terusan Jamika – Jl. Sukamulya – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Babakan Ciparay – Pasar Induk Caringin (Sukarno-Hatta)


Biru Muda – Hijau
CARINGIN – SADANG SERANG
Terminal Caringin – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Rajiman – Jl. Rivai – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Ganesha – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Jl. TB. Ismail – Jl. Sadang Serang – Terminal Sadang Serang

SADANG SERANG – CARINGIN
Terminal Sadang Serang – Jl. Serang Serang – Jl. Tubagus Ismail – Simpang Dago – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Purnawarman – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kresna – Jl. Bima – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Terminal Caringin


Merah – strip Putih
CIBADUYUT – CICAHEUM
Terminal Cibaduyut – Jl. Cibaduyut – Jl. Kopo – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Katamso – *Jl. Pahlawan – *Jl. Cikutra – *Jl. PHH. Mutofa (Suci) – *Terminal Cicaheum

CICAHEUM – CIBADUYUT
*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Jl. Katamso – *Jl. WR. Supratman – *Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Terminal Leuwi Panjang (Sukarno-Hatta) – Jl. Kopo – Jl. Cibaduyut – Terminal Cibaduyut

*hampir tidak pernah dilewati


Kuning
CIBADUYUT – KARANG SETRA (Cibaduyut – Kebon Kalapa)
Jl. Cibaduyut – Jl. Bojongloa - Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kalapa

CIBADUYUT – KARANG SETRA (Kebon Kalapa – Karang Setra)
Terminal Kebon Kalapa – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan – Jl. Gardu Jati – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi - Karang Setra

KARANG SETRA – CIBADUYUT (Karang Setra – Kebon Kalapa)
Karang Setra – Jl. Sukajadi – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Dulatip – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Pasir Koja – Terminal Kebon Kalapa

KARANG SETRA – CIBADUYUT (Kebon Kalapa – Cibaduyut)
Terminal Kebon Kalapa – Jl. Otto Iskandardinata – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Cibaduyut


Hijau – Biru
CIBIRU – CICADAS
Terminal Cibiru – Jl. Sukarno-Hatta – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) - Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani)

CICADAS – CIBIRU
Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta - Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) - Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Terminal Cibiru


CIBOGO – ELANG
Cibogo – Jl. Hercules – Jl. Pinggir Tol – Jl. Sukawarna – Jl. Suparmin – Jl. Sebelah IPTN - Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman - Elang

ELANG – CIBOGO
Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Sebelah IPTN – Jl. Suparmin – Jl. Sukawarna – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pinggir Tol – Jl. Hercules - Cibogo


Hijau – strip Krem
CIBURIAL – CIROYOM (angkot jarang)
Ciburial (Dago Atas) – Terminal Dago - Jl. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS. Boromeus (Dago) – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari - Jl. Sawunggaling – Jl. Tamansari – Jl. Wastu Kencana - Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pajajaran - Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CIBURIAL (angkot jarang)
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. H. Juanda (Dago) – RS. Boromeus (Dago) - ITB (Jl. Ganesha) – Simpang Dago – Terminal Dago – Ciburial (Dago Atas)


Merah - Hijau
CICADAS – ELANG
Cicadas – Jl. Kiara Condong – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Karapitan – Jl. Lengkong Kecil – Jl. Lengkong Besar – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Alun-Alun – Jl. Banceuy – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Dadali -  Jl. Kasuari – Jl. Rajawali Barat – Elang

ELANG – CICADAS
Elang – Jl. Rajawali Timur – Jl. Kebon Jati – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Ciateul – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Jl. Lengkong Besar – Jl. Cikawao – Jl. Sadakeling – Jl. Burangrang – Jl. Gatot Subroto – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Ahmad Yani - Cicadas


Hijau – strip Oranye (Kijang)
CICAHEUM – CIROYOM
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Eyckman – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CICAHEUM
Terminal Ciroyom – Jl. Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Pasir Kaliki – RS Hasan Sadikin – Jl. Eyckman – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Singa Perbangsa – Monumen Perjuangan – Jl. Japati – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum


Coklat – Putih (Kijang)
CICAHEUM – CIWASTRA
*Terminal Cicaheum – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Ahmad Yani – Jl. Jakarta – Jl. Kiara Condong – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

CIWASTRA – CICAHEUM
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sentot Alibasyah Lapangan Gasibu – Jl. Surapati (Suci) – *Jl. PHH. Mustofa (Suci) – *Terminal Cicaheum

*tidak pernah dilewati


Hijau – Putih
CICAHEUM – CILEUNYI
**Jl. Garuda – **Jl. Kebon Jati – **Jl. Suniaraja – **Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – **Jl. ABC – **Jl. Naripan – **Jl. Sunda – **Jl. Veteran – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Cilengkrang (Nasution) – Jl. Cibiru – Batas Kotamadya Bandung- Jl. Cinunuk – Jl. Cileunyi – Terminal Cileunyi – *Pintu Tol Cileunyi

CILEUNYI – CICAHEUM
Terminal Cileunyi – Jl. Cileunyi – Jl. Cinunuk – Batas Kotamadya Bandung – Jl. Cibiru – Jl. AH. Nasution – Cilengkrang (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – **Jl. Ahmad Yani – **Cicadas (Ahmad Yani) - **Jl. Kiara Condong – **Jl. Jakarta – **Jl. Ahmad Yani – **Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – **Jl. Asia-Afrika – **Jl. Sudirman

**lewat pukul 20.00-05.00


Hijau – Hitam (06)
CICAHEUM – LEDENG
Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Lamping – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng

LEDENG – CICAHEUM
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Cihampelas – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Sulanjana – Jl. Diponegoro – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum


abu-abu
CIJERAH – CIWASTRA
Jl. Cijerah – Jl. Bojong Raya – Jl. Holis – Jl. Caringin – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Sadakeling – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan -  Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra

CIWASTRA – CIJERAH
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Reog – Jl. Martanegara – Jl. Lodaya – Jl. Sadakeling – Jl. Buah Batu – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Bojongloa – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Caringin – Jl. Holis – Jl. Bojong Raya – Jl. Cijerah


CIJERAH - SEDERHANA
Jl. Melong Asih – Jl. Cijerah – Jl. Sudirman – Jl. Rajawali Barat – Jl. Garuda – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Pajajaran – Jl. Pandu – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sederhana

SEDERHANA – CIJERAH
Jl. Sederhana – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Garuda – Jl. Sudirman – Jl. Cijerah – Jl. Melong Asih


CIKUDAPATEUH – CIROYOM
Jl. Cikudapateuh – Jl. Kembang Sepatu – Jl. Tarate – Jl. Samboja – Jl. Laswi – Jl. Gatot Subroto – Jl. Malabar – Jl. Buah Batu – Jl. Gurame – Jl. Moh. Ramdan – Jl. BKR – Jl. Peta – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Astana Anyar – Jl. Cibadak – Jl. Sudirman – Jl. Guanan – Jl. Kebon Jati – Jl. Arjuna – Terminal Ciroyom

CIROYOM – CIKUDAPATEUH
Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Kebon Jati – Jl. Gardu Jati – Jl. Astana Anyar – Jl. Kopo – Jl. Peta – Jl. BKR – Jl. Moh. Ramdan – Jl. Banteng – Jl. Ahmad Yani – Jl. Cikudapateuh


Hijau – strip Oranye
?CIMAHI – ST HALL


CIMINDI – SEDERHANA
Cimindi – Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Cipedes Kidul – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Sederhana

SEDERHANA – CIMINDI
Jl. Sederhana – Jl. Sukajadi – Jl. Sukagalih – Jl. Cipedes Kidul – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu - Cimindi


CIROYOM – SARIJADI
Terminal Ciroyom – Jl. Arjuna – Jl. Pajajaran – Jl. Baladewa – Jl. Dursasana – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Sukajadi – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sindang Sirna – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Sari Endah – Jl. Sari Jadi – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Terminal Sarijadi

SARIJADI - CIROYOM
Terminal Sarijadi – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Jadi – Jl. Geger Kalong Hilir – Jl. Cipedes – Jl. Sindang Sirna – Jl. Sirnagalih – Jl. Sukajadi – Jl. Sukamaju – Jl. Sederhana – RS. Hasan Sadikin - Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Abdul Rahman Saleh – Jl. Ciroyom – Terminal Ciroyom


Ungu – Hijau
CISITU – TEGALEGA – 05.00-21.00
Terminal Cisitu – Jl. Cisitu Lama VIII – Jl. Cisitu – Jl. Sangkuriang – Jl. Siliwangi – Jl. Sumur Bandung – Jl. Tamansari – Jl. Siliwangi – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran - Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati - Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Sudirman – Jl. Astana Anyar – Jl. Kalipah Apo – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Terminal Tegalega

TEGALEGA – CISITU – 05.00-21.00
Terminal Tegalega – Jl. Astana Anyar – Jl. Panjunan – Jl. Kopo – Jl. Pasir Koja – Jl. Pajagalan?? – Jl. Gardu Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun – Jl. Otista - Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – UNISBA & UNPAS (Tamansari) - Jl. Tamansari – ITB – Jl. Siliwangi – Jl. Sangkuriang – Jl. Cisitu – Jl. Cisitu Lama – Jl. Cisitu Lama VIII – Terminal Cisitu


CIUMBULEUIT – ST. HALL
Terminal Ciumbuleuit – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Jl. Cihampelas – Jl. Bapa Husen – Jl. Sederhana -  Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Pasteur – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipto – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Terminal Stasiun

ST. HALL – CIUMBULEUIT
Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Eyckman – Jl. Sederhana – Jl. Sempuna – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi – Jl. Ciumbuleuit – UNPAR (Ciumbuleuit) – Terminal Ciumbuleuit


CIWASTRA – TEGALEGA
Terminal Ciwastra – Jl. Ciwastra – Jl. Margacinta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Moh. Toha – Jl. Pungkur – Terminal Kebon Kelapa – Jl. Otto Iskandardinata – Terminal Tegalega

TEGALEGA – CIWASTRA
Terminal Tegalega – Jl. Tegalega – Jl. Moh. Toha – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Terusan Buah Batu – Jl. Margacinta – Jl. Ciwastra – Terminal Ciwastra


Biru Muda – Kuning
CIWASTRA – UJUNG BERUNG PP.
Terminal Ciwastra – Riung Bandung – Jl. Sukarno-Hatta – Guruminda – Jl. Cisaranten - Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Pasar Ujung Berung


Putih – Hijau
DAGO – RIUNG BANDUNG
Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda (Dago) – Simpang Dago – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Sentot Alibasyah – Jl. Diponegoro – Jl. Citarum – Jl. RE. Martadinata – Jl. Laswi – Jl. Sukabumi – Jl. Ahmad Yani – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Riung Bandung – Terminal Riung Bandung

RIUNG BANDUNG – DAGO
Terminal Riung Bandung – Jl. Riung Bandung – Jl. Cipamolokan (Riung Bandung) – Jl. Sukarno-Hatta – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Anggrek – Jl. Gudang Utara - Jl. Patra Komala – Jl. Belitung - Jl. Banda – Jl. Diponegoro – Jl. Aria Jipang – Jl. Surapati (Suci) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Simpang Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Terminal Dago


Hijau – Oranye
DAGO – ST. HALL
Terminal Dago – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – RS Boromeus (Dago) – BIP (Merdeka) – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung)

ST. HALL – DAGO
Jl. Stasiun Barat (Stasiun Bandung) – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ir. H. Juanda - RS Boromeus (Dago) – ITB (Jl. Ganesha, Dago) – Simpang Dago – Terminal Dago


Putih – Kuning – Hijau
DIPATI UKUR – PANGHEGAR
Terminal Dipati Ukur – Jl. Hasanudin – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus – Jl. Ganesha – ITB – Jl. Tamansari – Jl. Sawunggaling – UNISBA & UNPAS (Tamansari) – Jl. Wastu Kencana – Jl. RE. Martadinata – Jl. Banda – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Cicadas (Ahmad Yani) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Cicukang – Jl. Cisaranten - Panghegar

PANGHEGAR – DIPATI UKUR
Terminal Panghegar – Jl. Cisaranten – Jl. Cicukang – Jl. AH. Nasution (Raya Ujung Berung) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. Sukabumi – Jl. Laswi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Ambon – Masjid Istiqamah – Jl. Cisanggarung – Jl. Cimanuk – Jl. Cimandiri – Jl. Cimalaya – Jl. Diponegoro – Jl. Sulanjana – Jl. Tamansari - Jl. Ganesha – ITB – RS. Boromeus - Jl. Hasanudin – Jl. Dipati Ukur – Terminal Dipati Ukur


Hijau muda – Hijau
GEDE BAGE – ST. HALL
Pasar Induk Gede Bage – Jl. Sukarno-Hatta – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Jl. Buah Batu – Jl. Kliningan – Jl. Karawitan – Jl. Mas Kumambang – Jl. Martanegara – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Talaga Bodas – Jl. Malabar – Jl. Ahmad Yani – Pasar Kosambi (Ahmad Yani) – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati - Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – GEDE BAGE
Terminal Stasiun – Jl. Dulatip – Pasar Baru – Jl. Otto Iskandardinata (Otista) – Jl. Kepatihan – Jl. Dewi Sartika – Jl. Dalem Kaum – Alun-Alun (Asia Afrika) – Jl. Banceuy – Jl. ABC – Jl. Naripan – Jl. Sunda – Jl. Veteran – Jl. Ahmad Yani – Jl. Gatot Subroto – Jl. Burangrang – Jl. Halimun – Jl. Malabar – Jl. Talaga Bodas – Jl. Pelajar Pejuang – Jl. Martanegara – Jl. Reog – Jl. Karawitan – Jl. Kliningan – Jl. Buah Batu – Jl. Sukarno-Hatta – Margahayu Raya (Sukarno-Hatta) – Metro (Sukarno-Hatta) – Riung Bandung (Sukarno-Hatta) – Pasar Induk Gede Bage


Biru Muda - Hijau
GUNUNG BATU – ST. HALL
Terminal Gunung Batu - Jl. Gunung Batu – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Westhoff – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati - Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – GUNUNG BATU
Terminal Stasiun – Jl. Otista - Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cihampelas – Jl. Rivai – Jl. Rum – Jl. Gunawan – Jl. Otten – Jl. Pasteur – BEC (Pasteur) - Jl. Westhoff – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Gunung Batu – Terminal Gunung Batu


Biru – strip Kuning (Kijang)
LEDENG – MARGAHAYU
Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Cemara – Jl. Jurang – Jl. Sederhana – Jl. Eyckman – Jl. Cihampelas – Jl. Wastu Kencana - Jl. RE. Martadinata – Jl. Ahmad Yani – Cicadas (Ahmad Yani) – Jl. Kiara Condong – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Terminal Margahayu

MARGAHAYU – LEDENG
Terminal Margahayu – Jl. Ranca Bolang (Margahayu Raya) – Jl. Sukarno-Hatta – Jl. Kiara Condong – Jl. Jakarta – Jl. WR. Supratman – Jl. Cendana – Jl. Taman Pramuka – Jl. RE. Martadinata - ??? – Jl. Wastu Kencana – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Rivai – Jl. Cipaganti – Jl. Setiabudi - Jl. Karang Sari – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi - Terminal Ledeng


Krem (Colt)
LEMBANG - ST HALL
Terminal Lembang – Jl. Lembang – Terminal Ledeng – Jl. Setiabudi – Jl. Sukawangi – Jl. Sukajadi – RS. Hasan Sadikin - Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jukut – Terminal Stasiun

ST. HALL – LEMBANG
Terminal Stasiun – Jl. Otista - Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – RS. Hasan Sadikin – Jl. Sukajadi – Jl. Setiabudi – Terminal Ledeng – Jl. Lembang – Terminal Lembang


Pink – Hijau (23)
PANYILEUKAN – SEKEMIRUNG (Gedebage - Simpang Dago) – 05.00-21.00
Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta) – Jl. Rumah Sakit – Jl. AH. Nasution – Ujung Berung (Nasution) – Sindanglaya (Nasution) – Terminal Cicaheum – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Jl. Cikutra – Jl. Pahlawan – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. Panatayuda – Jl. Dipati Ukur – Jl. Ki Gede Utama – Jl. Hasanudin – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – Simpang Dago – *Jl. TB. Ismail – *Jl. Sadang Serang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Cikondang – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cigadung Raya – *Terminal Awiligar

SEKEMIRUNG – PANYILEUKAN (Simpang Dago - Gedebage) – 05.00-21.00
*Terminal Awiligar – *Jl. Cigadung Raya – *Jl. Cibeunying Kolot – *Jl. Cikondang – *Jl. Cikutra Barat – *Jl. Sadang Serang – *Jl. TB. Ismail – Simpang Dago (Juanda) – Jl. Ir. H. Juanda – RS. Boromeus (Juanda) – Jl. Hasanudin – Jl. Pager Gunung – Jl. Dipati Ukur – Jl. Panatayuda – Jl. Surapati (Suci) – Lapangan Gasibu (Surapati) – Jl. PHH. Mustofa (Suci) – Terminal Cicaheum – Jl. AH. Nasution – Sindanglaya (Nasution) – Ujung Berung (Nasution) – Jl. Rumah Sakit – Pasar Induk Gede Bage (Sukarno-Hatta)

*tidak selalu lewat


Hijau – Kuning (Kijang)
SADANG SERANG – ST. HALL
Terminal Sadang Serang – Jl. Cikutra Barat – Jl. Pahlawan – Jl. Katamso – Jl. WR. Supratman – Jl. Citarum – Jl. Lombok – Jl. Belitung – Jl. Sumatera – Jl. Aceh – Jl. Merdeka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Braga – Jl. Suniaraja – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – SADANG SERANG
Terminal Stasiun – Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Perintis Kemerdekaan – Braga – Jl. Lembong – Jl. Veteran – Jl. Sunda – Jl. Sumbawa – Jl. Lombok – Jl. Citarum – Jl. WR. Supratman – Jl. Katamso – Jl. Pahlawan – Jl. Cikutra Barat – Terminal Sadang Serang


Biru Muda - Hijau
SARIJADI – ST. HALL
Terminal Sarijadi – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) - Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Pajajaran – Jl. Cicendo – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawung) – Jl. Pasir Kaliki – Jl. Kebon Jati – Jl. Suniaraja – Terminal Stasiun

ST. HALL – SARIJADI
Terminal Stasiun – Jl. Suniaraja - Jl. Otista – Jl. Stasiun Timur – Viaduct – Jl. Kebon Jukut – Jl. Kebon Kawung – Stasiun Bandung (Kebon Kawun) – Jl. Pasir Kaliki – Istana Plaza (Pasir Kaliki) – Jl. DR. Junjunan (Terusan Pasteur) – BTC (Pasteur) – Jl. Surya Sumantri – Universitas Maranatha (Surya Sumantri) – Jl. Lemah Nendeut (Sarijadi) – Jl. Sari Rasa (Sarijadi) – Jl. Sari Wangi (Sarijadi) – Jl. Sari Manah (Sarijadi) – Jl. Sari Asih (Sarijadi) – Terminal Sarijadi

“Vaseline” Pure Petroleum Jelly



 Vaseline Pure Petroleum Jelly bermanfaat sebagai anti luka bakar, menyembuhkan luka/luka gores, mengatasi kulit kering dan bibir pecah-pecah, juga untuk melembabkan kulit. Vaseline cocok untuk menjaga kelembaban kulit di cuaca yang panas dibawah terik matahari. Vaseline banyak juga digunakan pada anak/bayi yang bruntusan merah merah/lembab di pantat atau daerah selangkangan, jadi sangat aman untuk orang dewasa.

Vaseline Petroleum Jelly adalah campuran dari minyak mineral, parafin dan lilin mikrokristalin. Ketika dicampur bersama-sama, menciptakan sesuatu yang luar biasa; jelly halus yang memiliki titik lebur tepat di atas suhu tubuh, meleleh di kulit, mengalir ke dalam ruang antara sel. Sesampai di sana, ia kembali membeku, mengunci diri di tempat.

Vaseline Petroleum Jelly mempunyai dua fungsi: pertama melindungi kulit dari pengaruh cuaca dan eksposur. Kedua, ia bertindak seperti sealant, yaitu membentuk penghalang oklusi untuk menghambat penguapan atau hilangnya air secara alami kulit kita. Jadi kulit yang kering dan pecah-pecah dilindungi dari unsur-unsur pengeringan, dan memungkinkan kelembaban kulit lebih terjaga.


Produk ini sudah sangat dikenal oleh jamaah maupun pembimbing Haji & Umroh, bahkan sebagian dari mereka  menetapkan Vaseline sebagai bawaan wajib. Penulis punya pengalaman waktu umroh bulan Juni 2010, dimana pada waktu itu udara di Madinah pada siang hari sangatlah panas mendekati 50ºC. Karena asyiknya menjalankan ibadah shalat di masjid Nabawi, sehingga intensitas pulang pergi Hotel-Masjid-Hotel sangat tinggi, pada hari ke dua di Madinah penulis baru menyadari bahwa kaki pecah-pecah dan mulai sakit untuk menapak dijalanan. Alhamdulillah setelah rajin mengoles Vaseline pada telapak kaki, terutama sewaktu akan berangkat ke Masjid, rasa sakitnya  berkurang dan lama-kelamaan jadi sembuh.  

Harga jual Vaseline  saat ini sekitar Rp 22,000 s/d Rp 25,000 untuk kemasan 60 ml dan Rp 32,000 s/d Rp 35,000 untuk kemasan 120 ml. Semoga bermanfaat.

bagi yang berminat bisa mengunjungi ol shop kami
 http://amanah-muslim-online.blogspot.com/2013/09/vaseline-pure-petroleum-jelly.html

Kepintaran orang yang (pura-pura) Bodoh




Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih, "Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia betemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp.500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."

===================
Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri selalu lebih pintar dari orang lain.
===================

Hajjar Aswad


Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam yang berada disudut tenggara Ka’bah, dilingkari besi putih yang diikat dengan timah, terletak kira-kira setinggi satu setengah meter dari permukaan lantai Masjid. Dari sudut inilah putaran Thawaf dimulai dan diakhiri, dan kalau keadaan memungkinkan, setiap mulai putaran, disunnahkan mencium atau menyalami atau mengusap dengan tangan kanan pada Hajar Aswad ini, dan kalau tidak mungkin, disunnahkan melambaikan tangan kanan seolah-olah memberi isyarat menyalami.
 
Mencium Hajar Aswad di luar waktu Thawaf juga disunnahkan dengan niat mengikuti petunjuk Nabi. Dalam salah satu riwayat Nabi pernah bersabda; “Nanti pada hari kiamat, Hajar Aswad akan tampak memiliki mulut dan menyatakan atau menyaksikan siapa-siapa yang pernah mencium atau menyalami dia dengan niat baik”. Dalam salah satu riwayat Bukhari Muslim, diterangkan bahwa Sayyidina Umar (Kalifah II) sebelum mencium Hajar Aswad mengatakan, “Demi Allah, aku tahu bahwa kau adalah sebuah batu yang tidak dapat berbuat apa-apa, kalau aku tidak melihat Nabi Rasul Allah mencium-mu tidak akan aku mencium-mu”. Jadi mencium Hajar Aswad ini bukanlah suatu kewajiban bagi umat Islam, tetapi merupakan anjuran dan sunnah hukumnya, maka kalau keadaan tidak memungkinkan karena penuhnya orang berdesakan, sebaiknya anda urungkan saja niat anda mencium atau mengusap batu itu dan gantilah dengan menyalami (istilam) dari jauh. Karena sudah banyak kasus kecelakaan (terinjak-injak) di sekitar tempat ini.

Menurut sejarahnya, batu ini ketika diturunkan dari Sorga, berwarna putih mengkilap kemudian karena kedurhakaan anak-anak Adam, batu ini makin hitam dan makin hitam. Sejarah batu ini sangat panjang sepanjang sejarah Ka’bah. Salah satu peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah ( 606 M), yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena ada empat kabilah dalam suku Quraisy sudah saling bersitegang mempertahankan pendapat masing-masing dalam perselisihan tentang siapa yang berhak mengangkat dan meletakkan batu ini pada tempatnya setelah pemugaran Ka’bah selesai.
Selama lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat, akhirnya munculah usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi yang mengatakan, “Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid pada hari ini”. Karena Abu Umayyah orang tertua di antara orang-orang Quraisy, maka pendapatnya disepakati. Ternyata orang yang pertama kali masuk masjid pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah (35 tahun) yaitu Nabi Muhammad sebelum menjadi Nabi yang pada saat itu sudah bergelar Al-Amin (orang yang terpercaya) karena beliau tidak pernah bohong dan tidak pernah ingkar janji, hal ini sudah menjadi rahasia umum dan seluruh penduduk Makkah mengakuinya. Maka mereka langsung minta kepada beliau untuk mengambil keputusan tentang pertikaian yang berbahaya ini. Kemudian Muhammad bin Abdullah menuju tempat penyimpanan batu itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu ditengah-tengah sorban, lantas menyuruh seorang wakil masing-masing kabilah yang sedang bertengkar. Maka empat orang itulah yang mengangkat batu itu secara bersama-sama, lalu Muhammadlah yang memasang pada sudut Ka’bah dan terhindarlah adu senjata.
Kisah inilah yang mengilhami sebagian orang bahwa peletakan batu tertentu (misalnya batu pertama) pada suatu bangunan memiliki nilai yang sangat penting dan berharga karena menyangkut sejarah perjalanan kehidupan.
Kisah lain yang sangat penting adalah yang terjadi pada musim haji tahun 317 H, pada saat itu dunia Islam sangat lemah dan bercerai berai sehingga kesempatan ini dimanfaatkan oleh Abu Tahir Al-Qurmuhi seorang kepala suku Jazirah Arab bagian Timur untuk melampiaskan nafsu angkara murkanya, maka dengan keji ia bersama anak buahnya sebanyak 700 orang bersenjata perang mendobrak Masjid Al-Haram dan membongkar Ka’bah dan mengambil Hajar Aswad dengan paksa kemudian dibawa ke negaranya di kawasan Teluk Persia sekarang. Kemudian menantang umat Islam agar mengambil batu itu, boleh dengan perang atau dengan membayar sejumlah uang yang pada saat itu sangat berat bagi umat Islam. Baru setelah 22 tahun (tahun 339 H) batu itu dikembalikan ke Makkah oleh Khalifah Abbasiyah Al-Muthi’ Lillah setelah ditebus dengan uang sebanyak 30,000 Dinar.
Dalam kitab Ikhbarul-Kiraam diterangkan bahwa ketika Abdullah bin Akim (utusan Khalifah Al-Mukthi’ Lillah) menerima batu dari pemimpin suku Qurmuth itu langsung dimasukkan kedalam air dan tenggelam, kemudian diangkat dan dibakar ternyata pecah, maka ia menolak batu itu dan dinyatakan palsu. Dengan tenang pemimpin Qurmuth itu memberi batu yang kedua yang sudah dilumuri minyak wangi dan dibungkus dengan kain sutera yang sangat cantik. Namun Abdullah tetap melakukan seperti pada yang pertama, dan ternyata hasilnya juga seperti yang pertama, maka ia minta yang aslinya, dan oleh pemimpin suku Qurmuth itu diberikan padanya batu yang ke tiga. Tetapi oleh Abdullah batu inipun diperlakukan seperti yang sebelumnya, dan sungguh-sungguh luar biasa ternyata batu itu tidak tenggelam malah terapung di atas air, ketika dibakar tidak pecah bahkan tidak merasakan panas. Maka Abdullah dengan puas mengatakan, “Nah inilah dia, batu kita”. Dengan terheran-heran pemimpin Qurmuth bertanya,”Darimana anda dapat ilmu ini?”. Abdullah menjawab, “Nabi pernah mengatakan, Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah yang ada di bumi, pada hari kiamat nanti tampak memiliki mulut dan menyaksikan siapa-siapa yang pernah menyalaminya dengan niat baik atau tidak baik , tidak akan tenggelam di dalam air dan tidak panas dalam api”. “Inilah agama yang benar-benar tuntunan dari Allah (bukan produksi akal)”, demikian pemimpin Qurmuth itu berkomentar.
Kepada pemimpin Qurmuth ini Allah menurunkan siksa berupa penyakit yang tidak dapat disembuhkan sampai bertahun-tahun lamanya dan akhirnya semua persendiannya saling berlepasan, semacam penyakit lepra yang sangat parah, dan matilah dia.

MULTAZAM      
Kalau diartikan secara harfiyah, Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tetapi kalimat ini sudah menjadi nama tempat tertentu yaitu antara sudut Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai tempat yang paling mustajab untuk berdoa.

"Rasulullah SAW bersabda “Multazam adalah tempat berdoa yang paling mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya.”
Rasulullah sendiri kalau sampai di tempat ini langsung menempelkan dadanya, wajahnya atau pipinya, kedua lengan, dan kedua telapak tangannya pada Ka’bah dan meratap dalam berdoa.
Dalam kitab AKHBAR MAKKAH diterangkan bahwa ketika Nabi Adam selesai melakukan Thawaf (yang pertama kali) langsung ia lakukan shalat dua rakaat di depan pintu Ka’bah, terus berdiri di Multazam dan berdoa:

“Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku rahasiakan dan segala apa yang aku lakukan terbuka, terimalah pengaduanku. Engkau Maha Mengetahui apa yang ada di dalam jiwaku dan segala apa yang ada padaku, ampunilah segala dosa-dosaku. Engkau Maha Mengetahui segala apa yang aku perlukan, berikanlah kepadaku apa yang aku minta. Ya Allah aku mohon kepadaMu iman yang memenuhi hati dan keyakinan yang mantap benar sehingga menyadarkan aku bahwa tidak akan ada yang mencelakanku kecuali apa yang telah Kau pastikan untukku, dan menyadarkan aku sehingga aku rela atas apa yang Kau tetapkan untukku”
Setelah berdoa seperti di atas, Allah menurunkan wahyu kepadanya yang artinya, “Wahai Adam, kau telah berdoa dengan beberapa permintaan, aku penuhi semua permintaan itu. Dan siapa pun dari anak-anakmu yang berdoa dengan doamu itu, pasti aku hilangkan keresahan dan kesedihannya, dan aku kembalikan apa yang hilang dari padanya, dan aku cabut dari hatinya perasaan miskin, dan aku jadikan kaya dia dalam kenyataan, dan aku sukseskan perdagangan untuknya dari belakang dunia perdagangan, sehingga kekayaan dunia berdatangan kepadanya walaupun tanpa dia kehendaki”.