Showing posts with label Informasi Haji Terkini. Show all posts
Showing posts with label Informasi Haji Terkini. Show all posts

Thursday, January 19, 2017

TIPS CARA MENGHADAPI MUSIM DINGIN SAAT UMROH




Secara umum musim yang terjadi di Arab Saudi ada dua yaitu musim panas dan musim dingin. Musim dingin biasa nya terjadi pada bulan September sampai bulan maret yang dapat mencapai suhu udara di bawah nol derjat celcius.
Mengingat cuaca sekarang di Arab Saudi telah memasuki musim dingin, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi memberikan tips dalam menghadapi kondisi cuaca terkait untuk menjaga Kesehatan dan menjaga stamina serta mempersiapkan beberapa hal yang insya Allah diperlukan selama di Tanah Suci.
Berikut Tips untuk megahadapi musim dingin pada saat umrah.
1. Membawa perlengkapan musim dingin seperti; jaket, kaos kaki, sarung tangan, masker, penutup telinga, lipgloss, cream kulit dan lain-lain sesuai kebutuhan. (dengan memperhatikan pakaian ketika berihram nanti).

2. Memperbanyak minum air putih (walaupun tidak merasa haus), sebab udara dingin sering menyebabkan kita merasa tidak haus, padahal tubuh butuh cairan, khususnya dengan meminum Air Zamzam.
3. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula berlebihan dan mengurangi konsumsi makanan dan minuman dingin (dari kulkas).
4. Perbanyaklah mengkonsumsi buah dan suplemen alami serta perbanyaklah bergerak.
5. Jangan sekali kali menganggap remeh udara dan angin dingin yang ada, dan jangan juga menganggap enteng sakit ringan.
6. Pastikan suhu udara sebelum keluar kamar, apabila suhu relatif rendah, persiapkan jaket yang agak tebal, apabila suhu relatif tinggi, sediakan jaket yang lebih tipis.
7. Membawa makanan ringan (seperti roti dll) di dalam tas pegangan ketika perjalanan terbang ke Arab Saudi, untuk kebutuhan jika proses di imigrasi Bandara terasa lama, maka sudah siap dengan makanan ringan tadi untuk sedikit membantu.
8. Selalu mematuhi Himbauan pemerintah Arab saudi yang berkaitan dengan cuaca ataupun himbauan lainnya.
Demikian beberapa tips untuk menghadapi musim dingin, semoga Allah memberikan keberkahan dan kesehatan kapanpun di musim apapun, serta menjadikan Ibadah para jamaah mabrur. (Ham)
Sumber: Website KabarumrohHaji

Saturday, October 5, 2013

Calon jemaah haji tahun 2013 asal Kota Cimahi

CIMAHI, (PRLM).-Calon jemaah haji tahun 2013 asal Kota Cimahi diberangkatkan, Sabtu (5/10). Pelepasan calhaj dilaksanakan di Pusdik Armed Jln. Baros Kota Cimahi.Jumlah jemaah haji asal Cimahi yang akan berangkat tahun ini sebanyak 455 jemaah ditambah dengan petugas.

Adapun jadwal keberangkatan jemaah haji asal Cimahi terbagi 2 kloter yaitu kloter 19 berangkat 18 September 2013 sebanyak 5 orang, serta kloter 61CKS pada 5 Oktober 2013 sebanyak 438 orang ditambah petugas pendamping 6 orang.

Pemberangkatan calon jemaah haji (calhaj) tahun 2013 asal Kota Cimahi mengalami perubahan dari gelombang 1 menjadi gelombang 2 Jawa Barat.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cimahi Hilmi Rivai didampingi Kepala Seksi Penyelanggaran haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cimahi Zulkifli Abubakar menyatakan, para calhaj diimbau hanya membawa barang-barang penting yang dibutuhkan.

"Tidak perlu membawa barang yang manfaatnya hanya sedikit, di Tanah Suci kita niatnya ibadah, kalau direpotkan dengan bawaan kan menguras energi juga," tuturnya.

Kesalehan yang dicapai setelah beribadah haji bukan hanya untuk kepentingan pribadi. "Melainkan, lebih penting kesalehan sosial terutama kepada lingkungannya," ucapnya.

Dalam sambutannya, Wali kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, para jemaah haji asal Cimahi diharapkan senantiasa menunjukkan kepekaan dan kepedulian sosial di tanah suci.

"Saling berbagi, memperhatikan dan melindungi sesama jemaah asal Cimahi. Saya juga titip pesan, ditempat-tempat berdoa seperti Masjidil Harom dan Mesjid Nabawi agar mendoakan Cimahi," ucapnya

CIMAHI, (PRLM).-Calon jemaah haji tahun 2013 asal Kota Cimahi diberangkatkan, Sabtu (5/10). Pelepasan calhaj dilaksanakan di Pusdik Armed Jln. Baros Kota Cimahi.Jumlah jemaah haji asal Cimahi yang akan berangkat tahun ini sebanyak 455 jemaah ditambah dengan petugas.

Adapun jadwal keberangkatan jemaah haji asal Cimahi terbagi 2 kloter yaitu kloter 19 berangkat 18 September 2013 sebanyak 5 orang, serta kloter 61CKS pada 5 Oktober 2013 sebanyak 438 orang ditambah petugas pendamping 6 orang.

Pemberangkatan calon jemaah haji (calhaj) tahun 2013 asal Kota Cimahi mengalami perubahan dari gelombang 1 menjadi gelombang 2 Jawa Barat.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cimahi Hilmi Rivai didampingi Kepala Seksi Penyelanggaran haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cimahi Zulkifli Abubakar menyatakan, para calhaj diimbau hanya membawa barang-barang penting yang dibutuhkan.

"Tidak perlu membawa barang yang manfaatnya hanya sedikit, di Tanah Suci kita niatnya ibadah, kalau direpotkan dengan bawaan kan menguras energi juga," tuturnya.

Kesalehan yang dicapai setelah beribadah haji bukan hanya untuk kepentingan pribadi. "Melainkan, lebih penting kesalehan sosial terutama kepada lingkungannya," ucapnya.

Dalam sambutannya, Wali kota Cimahi Atty Suharti mengatakan, para jemaah haji asal Cimahi diharapkan senantiasa menunjukkan kepekaan dan kepedulian sosial di tanah suci.

"Saling berbagi, memperhatikan dan melindungi sesama jemaah asal Cimahi. Saya juga titip pesan, ditempat-tempat berdoa seperti Masjidil Harom dan Mesjid Nabawi agar mendoakan Cimahi," ucapnya

Sumber (Koran Pikiran Rakyat)

Friday, October 4, 2013

Jangan Memotong Kiswah untuk Jimat


Pembimbing umrah dan pengajar Pontren BPPI Cijerah Bandung, Ustaz H. Asep Kholid Firdos mengatakan, Kabah adalah bangunan yang paling ingin dilihat dengan mata kepala sendiri oleh para Muslim ketika memiliki kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci.

“Banyak Muslim yang merasa belum lengkap haji atau umrahnya bila belum menyentuh Kabah dengan tangan telanjangnya, terutama ketika tawaf. Tentu sentuhan tangan jemaah haji maupun umrah bisa menyebabkan kiswah menjadi rusak,” kata Ustaz Asep Kholid, di pesantrennya, Jumat (4/10/13).

Untuk itu, menjelang puncak musim haji, pihak kerajaan menggulung kiswah hingga tiga meter di atas permukaan tanah sehingga tak bisa dipegang jemaah haji. “Sebagai gantinya, Ka'bah dilindungi dengan kain berwarna putih dengan tinggi dua meter dan lebar 47 meter,” ujarnya.

Setiap tahun, kiswah lama diangkat, dipotong-potong menjadi beberapa bagian kecil dan dihadiahkan kepada beberapa orang, pejabat Muslim asing yang berkunjung dan organisasi asing. “Pada masa-masa sebelumnya, Umar bin Khattab memotong-motongnya dan membagi-bagikannya kepada para jamaah yang hendak menggunakannya sebagai pelindung dari panasnya suhu kota Makkah,” katanya.

Namun, Ustaz Asep Kholid mengingatkan jemaah haji untuk tidak merusak kain kiswah dengan cara mengguntingnya lalu dipakai sebagai jimat. “Masih ada jemaah haji yang berupaya memotong kiswah Kabah dengan cara mengguntingnya lalu dijadkan jimat agar dagangannya laris atau niat lainnya. Kita harus luruskan niat saat beribadah haji sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang berbau syirik,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat