Wednesday, December 4, 2013

Kisah Rasulullah Pelanggaran Perjanjian Yahudi Bani Qoinuqo



Yahudi Bani Qoinuqo adalah kelompok Yahudi Madinah yang melanggar perjanjian damai dengan Nabi Muhammad SAW.

Mereka tinggal di jantung kotaMadinah, memonopoli perdagangan di Hijaz Utara. Di antara mereka ada yang menguasai bank-bank perkreditan dengan system riba dan mengadakan kontak dagang dengan Quroisy-Makkah.

Kemenangan kaum muslim dalam perang Badar membuat Yahudi-Bani Qoinuqo merasa terancam. Nabi pernah mengajak mereka pada Islam tapi mereka menolaknya dengan penuh kesombongan dan penghinaan.

Sahabat mengusulkan agar nabi tidak menjalin hubungan lagi dengan orang-orang Yahudi. Namun Nabi SAW memilih pendekatan persuasif mengimbau mereka bersikap tulus dan bersahabat. Namun Bani Qoinuqo tetap menunjukkan permusuhan.

Suatu ketika terjadi bentrokan di pasar Bani Qoinuqo menewaskan seorang tukang emas Yahudi dan seorang muslimin. Bentrokan dipicu tukang emas Yahudi yang menggangu seorang wanita muslim hingga baju wanita itu sobek dan tubuhnya terlihat. Akhirnya terjadi kerusuhan dan bentrokan.

Akibat pelanggaran perjanjian damai tersebut, Nabi Muhammad SAW memutuskan mengepung Bani Qoinuqo di benteng-benteng mereka. Setelah 15 hari pengepungan, Yahudi Bani Qoinuqo menyerah tanpa syarat kepada Nabi SAW dan menerima apapun keputusan Nabi.

Muncul tokoh munafiq Abdulloh bin Ubay yang bersekutu dengan kaum Yahudi. Abdullah meminta Nabi mengampuni teman-teman Yahudinya itu. Nabi marah, namun Abdulloh terus membujuk. Akhirnya nabi menyerahkan kaum Yahudi Bani Qoinuqo kepada Abdulloh bin Ubay tetapi mereka harus keluar dari Madinah. Sebagian Bani Qoinuqo kemudian menuju Yordania dan tinggal disana.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Peran Penyair dalam Da’wah Islam

 
Para penyair Arab di masa Rasululloh SAW dipandang sebagai sosok terkemuka yang mampu mempengaruhi masyarakat. Mereka melantunkan syair berisi penderitaan dan kehebatan suatu suku. Syair-syair itu masuk ke dalam benak setiap orang dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Menyadari hal tersebut, orang-orang Yahudi-Madinah dan Quroisy-Mekah melarang para penyair mendatangi Nabi Muhammad SAW. Para penyair dianggap dapat berperan dalam penyebaran ajaran Islam. Tetapi Nabi SAW terlebih dulu menyadari hal itu.

Beliau memperlakukan penyair terkenal Hassan bin Tsabit dengan istimewa. Setelah mendapatkan hati Hassan, nabi memintanya membuatkan syair untuknya dan meminta Hassan menyebarkan syair itu ke berbagai negeri. Hassan menyanggupinya.

Para sahabat pun memperlakukan Hassan bin Tsabit dengan istimewa karena ia paling lantang meneriakkan ajaran Islam melalui syairnya. Nabi berharap penyair lainnya seperti Umayyah bin Shalt, Malik bin Zuhair dan Abu Bashir bergabung dengan Hassan bin Tsabit.

Malik bin Zuhair adalah penyair yang secara terang-terang menentang ajaran Nabi dengan ejekan dalam syairnya sehingga ia mendapat harta dan emas dari saudagar Yahudi dan Makkah. Ada juga penyair yang tidak silau dengan umpan harta. Mereka terus mencari kebenaran ke tempat-tempat jauh seperti Abu Bashir.

Para pemuka Quroisy memblokade para penyair agar tidak berdagang dengan kaum Muslimin. Mereka juga meminta Zuhair bin Malik menyebarkan syair berisi ejekan terhadap nabi. Dalam sekejap syair-syair itu menyebar luas di Madinah.

Untuk menghadapinya Nabi SAW memerintahkan Hassan bin Tsabit menangkis syair-syair Zuhair dengan menciptakan syair yang mengejek orang-orang Yahudi dan Quroisy.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah: Badar, Perang Besar Pertama Kaum Muslimin


Perang Badar adalah perang besar pertama kaum muslimin menghadapi musyrikin Quroisy. Pasukan Quroisy dilengkapi baju besi dan pasukan kuda terlatih, sementara kaum muslimin yang jumlah tentaranya lebih sedikit, tidak memiliki perlindungan baju besi dan tanpa pasukan berkuda.

Nabi Muhammad SAW berdoa agar Allah menurunkan bantuan. Jika pasukan Quroisy dapat memenangi pertempuran, panji-panji da’wah Islam tidak akan pernah berkibar lagi. Abu Bakar selalu mendampingi Rasul berusaha menenangkan dan menumbuhkan kembali optimisme beliau.

Dalam pertempuran Badar, pasukan Quroisy hampir berhasil merebut sumber air namun Hamzah dengan pedangnya menebas siapapun yang berusaha merebut sumber air itu. Nabi terus menyemangati pasukannya yang tidak segan-segan menghadapi musuh, para musyrikin.

Umar menghabisi pamannya yang musyrik. Ubaidah bin Jarroh menaklukkan ayahnya. Ali bin Abi Tholib mengalahkan beberapa saudaranya.

Semangat pasukan Muslim semakin meningkat ketika Hamzah berhasil membunuh tokoh-tokoh Quroisy seperti Handholah bin Abu Sufyan, Harits bin Amr, dan Naufal bin Khuwailid. Nyali orang-orang Quroisy semakin ciut ketika Abu Jahal juga tewas. Bilal bin Rabah, bekas budak Umayyah yang disiksa dengan kejam oleh majikannya itu juga akhirnya berhasil memenggal Umayyah.

Akhirnya pasukan Quroisy kalah, lari tunggang langgang dan dilanda rasa takut meskipun jumlah mereka lebih banyak. Empatbelas tentara muslim syahid, tujuhpuluh orang pasukan Quroisy tewas dan tujuhpuluh lainnya ditawan.

Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar para tawanan diperlakukan dengan baik, tidak mengikatnya dengan keras dan memberi mereka minum. Di antara tawanan perang Badar tersebut terdapat menantu beliau yaitu suami Zainab dan paman nabi, Abbas bin Abdul Mutholib yang ketika itu masih belum masuk Islam.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Ketika Yahudi-Madinah Merasa Bisnisnya Terancam Da’wah Islam



Hijrah kaum Muslim Makkah ke Madinah membuat orang-orang Yahudi Madinah merasa terancam kepentingan bisnisnya. Mereka tidak rela orang-orang Muhajirin mengeruk keuntungan perdagangan lebih besar seperti diperoleh Abdurrohman bin Auf.

Kaum Yahudi Madinah kemudian merancang strategi penghancuran perekonomian umat Islam dengan membuat kontrak perdagangan palsu di pasar Bani Qoinuqo yang dikuasai kaum Yahudi sehingga merugikan kaum Muslimin. Pasar Bani Qoinuqo adalah satu-satunya pasar di Madinah

Menyikapi hal itu, nabi memerintahkan para pedagang Muslim membangun pasar-pasar baru yang tidak boleh disusupi orang Yahudi dan kelompok munafik pimpinan Abdulloh bin Ubay.

Banyak pedagang asing memilih pasar yang baru itu karena sistem perdagangan yang diterapkan lebih adil. Agar tercipta kejujuran di antara para pedagang Muslim, nabi melarang riba, curang, dan melarang menjual barang yang tidak ada. Penjual bertanggung jawab atas barang dagangannya dan pembeli mendapat jaminan dari barang-barang yang cacat. Nabi SAW juga melakukan kontrak perdagangan dengan orang-orang tak mampu.

Nabi mengatakan “Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sedang dalam kesulitan, dia akan memperoleh kemudahan di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-hambaNya selama hamba itu menolong saudaranya”.

Di pasar itu pula da’wah Islam mulai bergema. Para pedagang asing yang merasakan sistem perdagangan yang lebih baik mulai tertarik lalu masuk Islam.

Sementara itu orang-orang Yahudi yang khawatir kepentingan bisnis mereka hancur, mengirimkan delegasi ke Makkah. Aliansi Yahudi dan Quraisy-Mekah sepakat melakukan pencekalan beberapa suku di Semenanjung Arab.

Selain menyebarkan fitnah agar tidak berdagang dengan kaum Muslimin, aliansi itu juga melarang para penyair mendatangi Nabi Muhammad SAW. Karena para penyair dianggap turut membantu dalam penyebaran Islam.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Tuesday, December 3, 2013

Kisah Rasulullah Nabi Muhammad SAW Menghadapi Tantangan Internal



Selain menghadapi ketegangan dengan pihak Quroisy-Makkah, kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di Madinah menghadapi masalah internal termasuk dari sahabat beliau.

Suatu ketika kaum muslimin dikejutkan oleh perilaku Hamzah yang kembali pada gaya hidup jahiliyahnya. Hampir setiap malam Hamzah mendatangi tempat-tempat hiburan, berjudi dan bermalam dengan wanita-wanita penghibur. Keesokan harinya Hamzah ke masjid menceritakan kesenangannnya itu lalu tertidur di masjid. Nabi sedih melihat perilaku Hamzah.

Nabi SAW kemudian memerintahkan para sahabat menjauhi tuak karena mudhorotnya yang besar, juga meminta para sahabat mengucilkan Hamzah. Mendapat pengucilan tersebut, Hamzah menyadari kesalahannya dan bertaubat. Melihat ketulusan Hamzah, nabi dan para sahabat kemudian memaafkannya.

Setelah Hamzah, Nabi Muhammad SAW dikejutkan oleh perselisihan dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar dan Umar bin Khottob.

Abu Bakar bercerita kepada nabi bahwa ia mengingatkan Umar yang melakukan sebuah kesalahan namun Umar malah berbalik memarahi Abu Bakar. Ketika Abu Bakar hendak meminta maaf, Umar menolaknya.

Tak lama setelah kedatangan Abu Bakar, Umar datang. Nabi lalu berkata pada Umar, “Abu Bakar adalah sahabatku, dia mempercayaiku melebihi kepercayaannya kepada dirinya. Jika aku tiada, apakah engkau akan meninggalkan sahabatku itu?”.

Mendengar kemarahan Nabi, Umar segera meminta maaf kepada Abu Bakar juga kepada nabi. Akhirnya Nabi SAW memaafkan Umar dan meminta sahabatnya itu tidak lagi bertengkar, tidak bercerai-berai, dan tidak tertipu rayuan harta.

Sejak peristiwa Hamzah, tidak ada lagi sahabat yang minum tuak. Dan setelah hubungan Abu Bakar dan Umar membaik, tidak ada lagi sahabat yang bermusuhan.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Kaum Munafik Bermain di Air Keruh





Ujian terhadap kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di Madinah terjadi beberapa kali, terutama di masa awal kepemimpinan beliau. Beberapa lama setelah hijrah ke Madinah dan Rasulullah SAW telah menjadi pemimpin Madinah, terjadi wabah demam. Sebagian besar orang Muhajirin sakit termasuk Abu Bakar dan Ruqoyyah putri Nabi.

Di tengah kegentingan itu kaum Muhajirin dan Anshor saling tuduh sebagai sumber penyebab wabah. Namun orang-orang Anshor tetap mencarikan tabib untuk kaum Muhajirin. Nabi SAW pun mengunjungi mereka yang sakit dan berdoa.

Tokoh munafik Abdullah bin Ubay turut menyebarkan fitnah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penyebab wabah itu serta menghasut orang-orang agar mengusir beliau.

Menanggapi hal itu Nabi Muhammad SAW hanya diam menahan emosinya sehingga untuk beberapa hari beliau tinggal di rumah. Kaum Anshor memarahi Abdulloh bin Ubay atas tindakannya. Mereka lalu mendatangi nabi dan bersumpah bahwa beliau tetap boleh mengunjungi rumah kaum Anshor.

Sementara itu Nabi Muhammad SAW mengingatkan kaum Anshor agar tidak terprovokasi berbagai hasutan.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Sepakat Damai Melalui Piagam Madinah



Saat Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah dari Makkah, para saudagar Yahudi adalah pemegang posisi strategis sektor perekonomian, perbankan dan industri emas di Madinah.

Sementara tokoh Madinah Abdulloh bin Ubay dan kelompoknya adalah pemegang kendali pemerintahan Madinah. Sejak kedatangan nabi, kekuasaan Abdulloh melemah, namun Nabi tetap menjaga hubungan baik dengannya.

Nabi SAW mengundang seluruh warga Madinah termasuk orang-orang Yahudi untuk datang ke masjid guna menyepakati sebuah perjanjian tertulis yang dikenal sebagai Piagam Madinah.

Perjanjian itu mengharuskan seluruh warga Madinah bersatu, saling mengasihi dan menolong, jujur dan tidak melakukan perbuatan dosa. Harta benda dan tempat-tempat ibadah orang-orang Yahudi mendapat jaminan perlindungan. Semua warga Madinah wajib memerangi orang-orang yang menyerang Madinah serta membiayai perang tersebut.

Setelah pemberlakuan pakta tersebut kaum muslimin hidup lebih baik di Madinah dibanding saat di Makkah.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi