Tuesday, December 3, 2013

Kisah Rasulullah Membangun Kembali Kehidupan dari Awal Di Madinah


Saat baru tiba di Madinah setelah Hijrah dari Makkah, Nabi Muhammad SAW membangun masjid sebagai tempat berkumpul kaum Muslimin.

Siang hari kaum Muhajirin dan Anshor berkumpul di masjid mempelajari prinsip-prinsip kehidupan Islam yang disampaikan nabi. Malam harinya masjid digunakan untuk menampung kaum Muhajirin-Makkah yang belum mempunyai tempat tinggal.

Beredar kabar bahwa kalangan Yahudi-Madinah khawatir rombongan orang Muhajirin yang hijrah dari Makkah akan menjadi beban bagi masyarakat Madinah. Karena mereka akan memperoleh makanan dan minuman tanpa melakukan apapun.

Maka Nabi SAW menganjurkan kaum Muhajirin bekerja. Yang tidak mengetahui cara bertani, belajar mencangkul tanah, menabur benih, memupuk tanaman, dan mengairi lahan-lahan, dibantu para petani Anshor-Madinah.

Mengingat lahan-lahan pertanian Yatsrib tidak memadai untuk ditanami oleh sekian banyak pendatang Makkah, nabi meminta kalangan kaya Muhajirin membeli tanah-tanah Madinah yang cocok untuk pertanian. Tanah tersebut digarap oleh mereka yang belum memiliki pekerjaan, sementara hasil panennya diharapkan dapat menstabilkan neraca perekonomian setelah terpencar-pencarnya orang-orang Muhajirin. Parapedagang kaya Muhajirin berinvestasi pada sector pertanian dan perdagangan.

Sementara Abu Bakar menyerahkan 40ribu dirham uangnya kepada Nabi Muhammad SAW untuk dikelola sebagai dana santunan bagi mereka yang tidak memperoleh pekerjaan atau tidak mampu lagi bekerja.

Nabi menghimbau para sahabat Muhajirin dan Anshor yang kaya untuk meniru Abu Bakar demi memerangi pengangguran dan kemiskinan. Umar menyerahkan separuh kekayaannya, sahabat yang lain juga menyerahkan harta sesuai kemampuan masing-masing.

“MUHAMMAD THE MESSENGER- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Monday, December 2, 2013

Kisah Rasulullah Ketika Yahudi-Madinah Terusik Da’wah Islam



Dalam rangka membangun kehidupan baru kaum muslim di Madinah setelah hijrah, kaum Muhajirin dan Anshor yang berkecukupan berusaha sekuat tenaga mengangkat saudara sesama muslim pada tingkat yang lebih baik.

Para saudagar Madinah yang sebagian besar kaum Yahudi, merasa terancam oleh pola hubungan sosial yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW. Orang kaya harus memberi makan dan pakaian kepada orang miskin, para majikan harus memenuhi hak buruhnya, dan lainnya. Mereka harus melakukan sesuatu untuk mengatasi hal tersebut.

Maka para saudagar Yahudi-Madinah itu mulai menyebarkan fitnah untuk memojokkan Nabi SAW. Upaya ini didukung tokoh Madinah, Abdulloh bin Ubay, yang sejak lama memimpikan menjadi pemimpin di Madinah dan ia telah mempersiapkan diri untuk posisi itu. Namun ia batal menjadi pemimpin kedatangan Nabi Muhammad SAW. Orang-orang Madinah yang telah beriman berpaling pada Nabi Muhammad SAW menyebabkan rencana Abdulloh bin Ubay gagal.

Menyadari hal tersebut Rasulullah SAW berbelas kasih kepada Abdulloh bin Ubay dan tetap menjaga hubungan baik dengannya.

Mengetahui fitnah yang dihembuskan para saudagar kaya Yahudi dan Abdulloh bin Ubay, Nabi Muhammad SAW tidak menghadapi mereka secara frontal. Prioritas beliau adalah menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di kalangan penduduk Madinah seperti kesuksesan beliau menyatukan dua suku Madinah, Aus dan Khozroj yang telah sejak lama konflik.

Nabi merasa harus mengintegrasikan warga Madinah agar kaum Muslim memiliki kekuatan menghadapi orang-orang Quroisy, mencegah mereka menyusup ke dalam celah-celah di antara kaum muslimin dengan penduduk Madinah.

“MUHAMMAD THE MESSENGER’- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Mengikis Sikap Mengagungkan Diri



Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Yastrib atau Madinah pada usia 53-tahun ditemani Abu Bakar.

Tiba di Madinah tak lama kemudian beliau mengumumkan akan membangun masjid dan meminta seluruh kaum Muhajirin-Makkah dan Anshor-Madinah berpartisipasi dalam pembangunan itu.

Para saudagar kaya sebenarnya sangat berat hati ikut dalam pekerjaan ini. Tetapi setelah melihat sendiri nabi turun langsung ikut bekerja, terpaksa mereka ikut bekerja. Nabi Muhammad SAW berusaha menumbuhkan penghargaan di hati mereka terhadap pekerjaan tangan.

Demi membangkitkan semangat kaum musilmin yang bekerja, Ali bin Abu Tholib dan Ammar bin Yasir melantunkan syair-syair penyemangat sambil bekerja. Utsman bin Affan sempat mencemooh Ammar tetapi Ammar terus saja bekerja. Utsman bin Affan adalah saudagar Makkah terpandang dan kaya raya, suami Ruqoyah putri Nabi.

Hampir saja terjadi pertengkatan antara Utsman dan Ammar. Nabi Muhammad SAW mengetahui kejadian ini dan beliau tidak akan tinggal diam terhadap sikap mengagungkan diri yang masih melekat pada diri sebagian kaum muslimin.

Sikap mengagungkan diri dapat merusak integritas kaum muslimin yang sedang membangun kehidupan baru. Nabi menunjukkan antipati terhadap sikap Utsman dan orang-orang yang bersamanya.

Setelah menerima nasihat nabi, kalangan kaya ini meminta maaf pada Ammar dan akhirnya mau bekerja dengan tangan mereka yang halus dan tidak pernah bekerja kasar. Pembangunan masjid selesai dalam hitungan hari.

“MUHAMMAD THE MESSENGER” -Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Rencana Keji Quraisy Terhadap Nabi Muhammad SAW


Hijrah kaum muslimin ke Madinah di masa awal da’wah Islam membuat para pemimpin Quraisy khawatir dengan masa depan ekonomi dan politik mereka.

Mereka sepakat membunuh Nabi Muhammad SAW dengan merekrut pemuda tangguh dan terpandang dari setiap suku dan mempersenjatai mereka. Tanggung jawab dari tindakan itu akan dipikul oleh semua suku.

Persekongkolan keji itu diketahui nabi melalui pemberitaan wahyu. Beliau lalu memutuskan untuk hijrah secara sembunyi-sembunyi malam harinya.

Abu Bakar menyiapkan dua unta dan seorang pembantu setia, sementara Ali bin Tholib ditugaskan tidur di tempat tidur nabi. Saat malam tiba, para pemuda Quroisy telah siaga di depan pintu rumah menunggu nabi keluar. Namun hingga menjelang pagi, nabi tak kunjung muncul dan mereka memutuskan membunuh nabi di tempat tidurnya. Namun mereka terkejut karena hanya menemukan Ali.

Kelompok pemuda Quraisy itu menduga Nabi Muhammad bersembunyi di rumah Abu Bakar. Asma putri Abu Bakar mengatakan tidak tahu kemana ayahnya pergi saat ditanya Abu Jahal. Abu Jahal menampar Asma sampai anting-antingnya terlepas.

Sementara itu Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar berhasil lolos bersama Banagatiz, pembantu Abu Bakar, yang memandu melewati jalan-jalan yang tidak biasa dilalui.

Setelah perjalanan sulit penuh tantangan, nabi Muhammad dan Abu Bakar beristirahat di sebuah gua// Abu Bakar memerintahkan Banagatiz kembali ke Makkah menemui Abdulloh putra Abu Bakar agar mencari informasi tentang langkah para pemimpin Quroisy.

Asma putri Abu Bakar menyusupkan makanan untuk nabi dan ayahnya pada ikat pinggang Abdulloh// Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari.

Setelah mengetahui para pemimpin Quroisy putus asa dan menghentikan pengejaran, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan ke Yatsrib yang juga cukup sulit melewati bukit-bukit batu terjal dengan sembunyi-sembunyi.

‘MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Kisah Rasulullah Da’wah Nabi Muhammad SAW Didukung Kaum Cendekiawan Yatsrib



Nabi SAW melakukan da’wah di masa awal penyebaran Islam di Makkah dengan mencari dukungan dari rombongan dagang berbagai suku Arab.

Suku Kalb dan suku Bani Hanifah termasuk yang menolak terang-terangan dengan sikap menentang. Walau begitu Nabi SAW terus berda’wah ke setiap kelompok pendatang hingga akhirnya bertemu kelompok pendatang dari Yatsrib, dari suku Khojroz.

Nabi mengajak mereka pada Islam, meminta kesediaan mereka menampung dan mendukungnya. Ada enam lelaki dan perempuan dari mereka yang menyatakan keimanan. Mereka berbaiat tidak akan berzina, mencuri, berbohong, dan tidak akan curang dalam timbangan dan tidak membunuh anak-anak.

Kembali ke Yatsrib, enam orang Khojroz itu mengajak warga lain untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Sebagian besar masyarakat Yatsrib dari kalangan cendekiawan menerimanya.

Ketika Islam mulai menyebar di Yatsrib, suku Aus yang merupakan pesaing suku Khozroj juga mulai tertarik dengan Islam dan mencari informasi lebih banyak. Beberapa orang dari suku Aus kemudian pergi ke Makkah menemui nabi dan menyatakan keimanan.

Parapemimpin Quroisy yang mengetahui masuk Islamnya kalangan Aus dan Khozroj mengirim utusan ke Yatsrib untuk melakukan intimidasi. Namun masyarakat Yastrib tidak menggubrisnya dan pemerintah Quroisy tidak dapat berbuat apa-apa.

Yatsrib merupakan pusat perdagangan senjata, pasar-pasar emas, dan perdagangan bahan-bahan makanan. Secara geografis Yatsrib berbeda dengan Makkah. Yatsrib adalah daerah dataran rendah yang subur penuh dengan kebun.

Di Yastrib Nabi SAW menemukan tempat aman untuk berlindung dan membela diri dari segala ancaman orang-orang Quroisy. Kelak Nabi dan para sahabat hijrah ke Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Madinah.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

Sunday, December 1, 2013

Panduan Cara Memakai Kain Ihram Pria dan Wanita (Video)



Cara memakai kain ihram ikhwan dan akhwat



Kain Ihram Import

Kain Ihram Lokal

Kain Ihram Anak

Kisah Rosulullah Permulaan Hijrah ke Madinah



Da’wah Nabi Muhammad SAW telah menyebar hingga keluar Makkah yaitu Yastrib atau Madinah dengan masuk Islamnya suku Aus dan Khozroj.

Mengetahui hal ini para pemuka Quroisy menduga kuat bahwa Nabi Muhammad SAW akan melumpuhkan mereka dengan dukungan masyarakat Yatsrib. Maka kalangan penguasa Quraisy mulai menyiksa orang-orang yang masuk Islam dengan sangat kejam. Nabi menyarankan para sahabat hijrah ke Yatsrib.

Mush’ab bin Umair diutus untuk bernegosiasi soal rencana tersebut dan masyarakat Yatsrib menyatakan bersedia menampung para pengungsi. Maka para sahabat mulai keluar dari Makkah sembunyi-sembunyi. Kedatangan mereka di Yatsrib disambut penuh kehangatan.

Parapemimpin Quroisy menugaskan orang untuk menyusul para pengungsi, membujuk mereka dengan segala cara agar kembali ke Makkah. Gagal, maka orang-orang Quroisy memperketat pengepunan kepada orang-orang yang masih tersisa di Makkah dan menyuruh perampok menghalangi perjalanan para pengungsi.

Bagaimanapun hari demi har jumlah kaum muslimin yang mengungsi ke Yatsrib bertambah banyak. Sebagian meninggalkan istri dan anak-anak untuk melindungi mereka dari kekejaman kaum Quroisy.

Hamzah dan Umar termasuk sahabat yang hijrah belakangan dan tidak ada orang yang berani menghalangi mereka. Umar memimpin orang-orang yang sebelumnya tidak menemukan cara keluar dari Makkah.

Sementara di Makkah masih ada Abu Bakar, Ali bin Abi Tholib dan Nabi SAW. Abu Bakar menanyakan kepada Nabi kapan mereka akan pergi. Nabi meminta Abu Bakar bersabar dan merahasiakan rencana hijrahnya hingga menemukan waktu yang tepat.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi