Saturday, May 17, 2014

Tips Islami Mengatasi Stress

Setiap orang tentunya mempunyai permasalahan dan setiap orang tentunya berbeda-beda dalam menghadapi permasalahan, bahkan ada orang yang belum bisa mengatasinya sehingga terjadilah stress., dan di jaman yang moderen seperti sekarang, stress sepertinya hal yang lumrah kita jumpai di masyarakat. Banyaknya permasalahan dan belum bisa mengatasinya bagi seseorang yang kurang iman sangat membahayakan sebab bisa jadi putus asa dan ujung-ujungnya bunuh diri. 

Bagi orang yang kuat imanya serta mempunyai ambisi yang terlalu kuat terhapap sesuatu dan tidak sesuai dengan kemampuanya, inipun akan menimbulkan stroke sebab menurut dokter neorologi walaupun seseorang mempunyai darah tinggi tapi tidak stress maka Insya Alloh akan terhindar dari stroke. Jadi penyebab utama terjadinya stroke yang banyak di derita di negri ini di sebabkan stress. Tentunya stress banyak sekali penyebabnya dan setiap permasalahan tentunya harus segera di atasi sehingga kita terhidar dari yang namanya stress.


Mencegah Itu Lebih Baik

Menurut dokter neorologi, perasaan stress sering menjadi musuh dalam selimut. Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila tidak, dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat sedia payung sebelum hujan. Menghindari stress ada baiknya dilakukan cara berikut:

1. Mengeluarkan energi positif, yaitu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan.

Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan Tapi ada juga solusi.Sebab itu, harus bersikap lebih fleksibel, sehingga dapat menikmati hidup.

2. Menjaga kesehatan

Dengan cara olahraga yang teratur, tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Olahraga dapat membuat manusia nyaman. Makanan bergizi membangkitkan vitalitas hidup. Sebab itu Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi halalan tayibah atau yang bergizi.

3. Banyak minum air putih, terutama saat diambang kemarahan.

Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).

4. Meluangkan waktu sedikit, untuk setiap minggu

Keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Atau berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim).

5. Meningkatkan rasa humor.

Secara klinis humor dapat mengatasi stress. Alhamdu lillah kini sudah muncul kelompok-kelompok di TV yang menjajakan humor 5 sampai 1O menit untuk relaksi. Jangan sampai anda lupa meluangkan waktu biar sebentar. Penulis teringat seorang Kiyai di Pesantren tahun 5O-an, sering mendatangi suatu desa yang berjarask 15 Kilometer dari kota dan membayar pemuda-pemuda yang pintar membawakan cerita yang humoris.

Bagaimana Menurut Al-Quran ?

Menurut Al-Quran, kelima cara yang ditawarkan kesehatan diatas, tidak ada yang bertentangan dengan Al-Quran. . Namun Al-Quran lebih memfokuskan terutama kepada dua hal utama dimana Al-Quran sebagai Syifa’ (Penawar).

Sabar

Jika stress menghadapi masalah yang sukar diputuskan “ salah atau benarnya sesuatu “ maka Al-Quran memberi petunjuk “ FA SHABRUN JAMIL “ ( Maka bersabar itu lebih indah ). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18 ).

Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stress, karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “ Sabar itu lebih indah.” Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digossip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stress.

Zikrullah

Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat dan mengembalikan segalanya dari dan untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. . Sesuai Al-Quran, “ TATHMAINN AL-QULUB “ ( Mengingat Allah, hati akan tenang ) ( QS. Al-Raad 28 ).

Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan salat, membaca Al-Quran dan langsung menyebut Lailaha ilallah sebanyak-banyaknya.

Diperkuat Al-Quran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Salat ( QS.2: 45).

Menurut Huzaifah, bila Nabi bersedih atau menghadapi masalah, Beliau langsung melakukan salat, sekalipun, sedang dalam perjalanan. Memperbanyak Zikrullah berupa salat sunnat, atau membaca Al-Quran, atau istigfar, atau membaca Lailaha Ilallah.

Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli. fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.( Al-Azkar :347 ).

Disamping kedua hal tersebut, juga yang dapat mengatasi stres, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “ INNA MA’AL USRI YUSRA ( Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan).. ( 94: 5-6 ).( Disebutkan dua kali ).

Menurut ulama Tafsir, karena kata kesulitan (Al-usri ), menggunakan “al ” dan kemudahan (Yusra) tidak menggunakan “al “ , itu artinya kesulitan itu cuma satu macam, tapi ada beberapa solusi kemudahan. Berarti dua alternative kemudahan . dalam satu kesulitan. Ada dua. Misalnya berkonsultasi dengan dokter mencari pengobatan lahir dan batin ialah menggunakan petunjuk Al-Quiran sebagai Syifa’.. .

Alhasil, dari uraian singkat diatas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, salat, istigfar dan zikir.

Praktek Rasul SAW dalam mencari penyegaran dan menghilangkan stres, diantaranmya dianjurkan kepada umatnya berpuasa dan bercampur isteri dua kali seminggu.


Friday, April 18, 2014

SANG FILOSOF DUNIA USAHA


Setiap manusia statusnya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Saat dilahirkan, statusnya adalah anak dari sang ayah. Saat mulai besar dan bersekolah, statusnya menjadi murid seorang guru, kakak dari sang adik, kemudian suami dari seorang istri, orang tua dari anaknya, dan seterusnya. Setiap bertambahnya satu status, maka kewajiban seseorang pun akan bertambah satu. Setiap orang harus tahu apa kewajiban dan statusnya. Jika sampai ia tidak mengerti apa status dan kewajibannya berarti ia tidak memiliki jiwa leadership.

Untuk menjalankan kepemimpinan di rumah, seorang suami harus memiliki tanggung jawab. Demikian juga seorang karyawan terhadap perusahaannya. Tanggung jawab akan menumbuhkan rasa hormat. Seseorang tidak dapat memaksakan orang lain untuk hormat kepadanya. Hanya dengan memenuhi tanggung jawabnya itulah rasa hormat akan datang pada dirinya. Setelah tanggung jawab itu terpenuhi sesuai dengan tuntutan statusnya, pada satu titik kehidupan, seseorang harus bertanggung jawab pada lingkungan sosial sekitarnya. Karena itulah, pada saat Mochtar masuk ke dalam dunia perbankan, ia mulai bertanya pada dirinya sendiri, “kamu mau jadi bankir yang baik atau bankir yang berhasil?”. Karena selama seseorang bisa menghasilkan uang, maka orang itu akan disebut sebagai bankir berhasil. Namun bankir yang baik adalah hal yang lain. Bankir yang baik haruslah seseorang yang mengarahkan uang masyarakat untuk mendanai hal-hal yang baik dan berguna. Contohnya, jika suatu perusahaan yang menjadi nasabahnya ingin membangun pabrik dengan menggunakan pinjaman bank, namun pabriknya akan mencemari lingkungan, maka seharusnya bank tersebut tidak mendanainya. Karena keuntungan tidak boleh menjadi alasan satu-satunya pencairan suatu pinjaman,

Walaupun banyak bisnis Mochtar Riady yang dimulai dari situasi “terpaksa”, tetapi umumnya bisnis-bisnis tersebut sukses meraih keuntungan. Menurut Mochtar Riady itu lebih dikarenakan ia meluangkan waktu yang cukup banyak untuk berfokus dan menganalisa semua aspeknya. Sehingga ia jadi tahu kekuatan dan kelemahannya. Filsuf Lao Tze mengatakan, “Memenangkan orang lain adalah kekuatan, namun memenangkan diri sendiri adalah kebijaksanaan”. Mengetahui kelemahan orang lain adalah pintar, namun mengetahui kelemahan sendiri adalah kebijaksanaan. Mencukupi diri sendiri adalah kaya, namun mencukupi orang lain adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan tidak pernah datang dengan sendirinya, tetapi harus dicari, dipelajari melalui pengalaman, dan dilaksanakan. Kebijaksanaan adalah salah satu modal seorang entrepreneur. Ia mungkin tidak mengetahui banyak hal dalam bisnis baru, tetapi melalui kebijaksanaan ia bisa menggerakkan orang lain untuk mewujudkan visi entrepreneurshipnya.

Tentang regenerasi, Mochtar mengatakan bahwa banyak orang yang tidak tahu diri. Sudah berusia 60 tahun lebih, tetapi menganggap dirinya muda. Padahal kapan pun mereka bisa “berpulang”. Perusahaan yang dibangun dengan tanpa menyiapkan generasi penerus akan menjadi bom waktu bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Sebagai pemimpin, seseorang harus bertanggung jawab menyiapkan penggantinya. Makannya di group Lippo, Mochtar Riady dan keluarganya tidak menduduki jabatan apapun dalam perusahaan. Semua dijabat oleh para professional. Dalam sebuah jamuan makan yang diadakan oleh Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan RI), Mochtar Riady menjelaskan pandangannya mengenai RRC yang dahulu kondisinya lebih carut-marut daripada Indonesia, tetapi kini telah tumbuh sedemikian pesat. Padahal kondisi Indonesia lebih baik dari RRC pada masa itu. Sehingga jika RRC bisa berubah, Mochtar pun sangat optimis Indonesia pasti akan bangkit kembali. Tetapi kebangkitan itu seringkali terjadi ketika ada suatu tekanan. Sehingga sikap Pemerintah yang selalu memberikan proteksi, yang memanjakan masyarakat, justru akan membuat kita tidak mampu menghadapi persaingan

Monday, April 14, 2014

“SANG BEGAWAN PROPERTI”


Menyusuri kisah perjalanan hidup dan sepak terjang Ciputra di bisnis properti, kita menemukan begitu banyak pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari kisah masa kecilnya yang serba susah, memulai usaha pada saat masih kuliah, hingga ketika ia mulai mencetak keberhasilan. Semuanya begitu inspiratif dan memperkaya wawasan. Tanpa bermaksud membatasi makna ataupun insight yang dapat Anda temukan, ada beberapa poin kunci yang perlu kita renungkan;
Secara eksistensial, kita tidak pernah bisa memilih ingin lahir dari orang tua yang mana, miskin atau kaya, dalam suku bangsa apa, serta lingkungan masyarakat yang mana. Namun demikian, kita tidak boleh terperangkap hanya hidup berdasarkan eksistensi. Ada esensi yang mesti kita cari. Kehidupan “menugasi” kita untuk menemukannya, karena kalau tidak, hidup kita akan terasa hampa dan sia-sia. Inilah yang oleh Stephen R. Covey disebut “finding your own voice”, sementara Martha Beck menyeru, “finding your own North Star”. Singkatnya, kalau toh kita lahir dari keluarga miskin yang tidak berpendidikan, atau kita memiliki orangtua yang begitu buruk sekalipun, semua itu hanyalah eksistensi, bukan esensi. Sehingga tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerah pada keadaan, atau hanya menyalahkan keluarga, lingkungan, masyarakat, atau pemerintah. Karena seperti bunyi ungkapan, “The winner takes a responsibility the loser lay blame”, si Pemenang ambil tanggung jawab, si Pecundang menyalahkan.

Secara sederhana dapat dikatakan, kualitas kepemimpinan yang paling utama adalah memiliki kekuatan transformative. Artinya seorang pemimpin mesti mampu mentransformasikan, seonggok kotoran menjadi emas. Bukan hanya sebatas mentransformasikan lahan atau produk dan jasa menjadi sesuatu yang lebih bernilai, tetapi juga mentransformasikan potensi sumberdaya manusia. Melalui keteladanan, pemberdayaan, dan pembelajaran dari sang pemimpinlah akan lahir generasi pemimpin-pemimpin baru.

Pemimpin, sebagaimana ditunjukkan oleh Ciputra, tidak menghabiskan waktunya dengan menjawab pertanyaan “bagaimana caranya” akan tetapi langsung menangani tujuannya. Mengenai hal ini Warren Bennis mengungkapkannya dengan bagus, “Para manager mengatasi masalah, tetapi pemimpin menemukan masalah”. Sepeti halnya ketika Ciputra mengajukan proposal pembangunan Ancol pada Gubernur DKI, sesungguhnya ia telah menemukan “sebuah masalah”. Atau pada saat ia berniat mengembangkan daerah Lakar Santri di Surabaya Barat, ia pun sekali lagi menemukan “masalah”. Akan tetapi di atas semuanya, Ciputra memiliki karakter yang kuat. Sebuah kualitas yang bukan hanya mutlak dibutuhkan bagi seorang pemimpin, tetapi juga merupakan prasyarat yang mesti dipenuhi agar seorang pemimpin dapat bertahan lama. Karena, charisma maupun kepandaian memang dapat mengantar seseorang mencapai puncak, akan tetapi hanya karakterlah yang memungkinkannya tetap bertahan di puncak. Sikap Ciputra yang tergambar dalam pengajuan proposal bagi hasil, 80 persen untuk Pemda DKI Jakarta dan 20 persen dirinya, adalah sikap win-win yang tidak serakah. Begitu juga pada saat ia lebih sering berpikir tentang keuntungan yang bakal diterima oleh mitranya, atau integritas yang secara panjang lebar ia sampaikan, itu semuanya bersumber dari karakternya yang baik. Kualitas-kualitas itulah yang memungkinkannya memperoleh reputasi tinggi, dan bertahan hingga empat dekade. Boleh dibilang, tanpa karakter tersebut, maka segala kemampuannya seperti yang diurai di atas, nyaris tak ada gunanya.

Sunday, April 13, 2014

TOLONGLAH DIRI ANDA SENDIRI




Seorang pemuda miskin yang lapar, duduk menopang dagu di sebuah jembatan mengamati sekelompok pemancing. Menengok ke dalam keranjang dan melihat sekelompok ikan di dalamnya, pemuda tersebut bergumam, “Andaikata saja, aku punya ikan sebanyak itu, aku tidak akan kacau seperti ini. Aku akan menjualnya serta membeli pakaian dan makanan’.

“Hei aku akan memberikanmu beberapa ikan bila kau mau melakukan hal kecil untukku’, jawab pemancing itu tiba-tiba. “Yah mengapa tidak”, jawab si pemuda.

“Pegangkan kail ini untukku sebentar saja. Aku ada keperluan di jalan di dekat sini”, kata oranng tua itu.

Pemuda itu dengan senang hati menerima tawarannya. Saat ia merentangkan kail orang tua itu, ada ikan yang menggigitnya, sehingga ia menangkap ikan demi ikan. Tak lama kemudian wajahnya terlihat tersenyum, menikmati kegiatannya.

Ketika kembali, orang tua itu berkata, “Aku akan memberimu ikan sebagaimana yang kujanjikan. Nah, ambillah semua ikan yang telah kau tangkapkan untukku. Tetapi aku juga ingin memberimu sedikit nasihat. Lain kali, ketika kau membutuhkan sesuatu, jangan membuang waktu dengan melamun dan berharap sesuatu akan terjadi. Gerakkan dirimu, ambil kailmu sendiri, dan buatlah hal itu terjadi”.

"Take action miracle happen, no action nothing happen"

Wednesday, April 9, 2014

"KEPEMIMPINAN UNTUK KEADILAN DAN KEMANUSIAAN" (The Leadership Legacy - Konosuke Matsushita, Founder of Matsushita Electronics, Corp)


Kisah Konosuke Matsushita menegaskan bahwa lingkungan, keadaan, kesulitan, atau berbagai bentuk ketidakmungkinan tak pernah benar-benar menghancurkan masa depan seseorang. Lingkungan dengan berbagai keadaan dan hambatannya itu justru seperti sengaja dirancang secara khusus untuk mengeluarkan potensi terbaik seseorang. Dan itulah yang untuk ke sekian kalinya terbukti melalui kisah hidup sang Dewa Manajemen ini.

Konosuke juga telah mengisyaratkan sebuah pelajaran kepemimpinan yang paling penting, yaitu “PEDULI”. Kepedulian tidak hanya terbatas pada tim manajemennya tetapi meluas ke seluruh karyawan, pelanggan, masyarakat, bahkan seluruh bangsanya, yang telah membuat Konosuke sangat dihormati dan pemikirannya banyak diikuti. Hal ini sejalan dengan sebuah ungkapan yang berbunyi, “Orang tidak akan pernah PEDULI tentang seberapa tinggi PENGETAHUAN Anda, sampai mereka TAHU, seberapa tinggi KEPEDULIAN Anda pada mereka”.

Dari kepeduliannya itulah, kemudian lahir sikap “empati”. Kemampuannya berempati yang terbentuk oleh berbagai pengalaman sulit ketika harus putus sekolah saat baru berusia 9 tahun, membuatnya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan, bisa membayangkan situasi atau kesulitan yang dialami orang lain, sebuah sikap yang menjadi syarat dasar kepemimpinan yang efektif. Karena, “Kekuasaan atau jabatan hanya bisa memaksa seekor keledai untuk menepi kesebuah danau, tetapi hanya EMPATI yang benar-benar mampu membujuk keledai agar meminum airnya”.

Sebuah pohon yang tumbuh tinggi besar di sebuah hutan keberadaannya akan melindungi serta menahan luapan panas sinar matahari, sehingga menjadi sumber kehidupan bagi aneka ragam jenis jamur dan mikro organism lain di bawahnya. Dengan cara seperti itu, pohon tersebut menjadi bagian penting dari sebuah mata rantai “kehidupan” di sekitarnya. Bahkan pada saat telah menjadi tua kemudian tumbang batang dan daunnya akan membusuk dan menjadi pupuk yang menyuburkan tanah di sekitarnya. Begitulah isyarat alam yang penuh kearifan. Bahwa hidup yang kita jalani merupakan bagian dari mata rantai penting dalam keseluruhan ekosistem. Kesadaran inilah membuat Konosuke dijuluki sebagai “The God of Management”, atau Dewa Manajemen. Sehingga oleh John P. Kotter, dikatakan, “He was one of the most inspirational role models of all time”. Dia adalah salah satu dari teladan yang paling inspiratif sepanjang masa, setelah Rasulullah SAW tentunya.

Kearifan yang sangat berharga dari kisah hidup Konosuke Masushita adalah bahwa dia bukan orang yang memiliki bakat luar biasa, dengan tingkat intelegensi di atas rata-rata, bahkan mungkin secara teknis ia juga tak mempunyai keahlian khusus yang benar-benar super. Akan tetapi ia telah membuktikan bahwa dirinya mampu meraih berbagai prestasi yang begitu spektakuler. Inilah yang barangkali perlu kita renungkan bersama-sama, bahwa, “Ia yang telah mengetahui MENGAPA tidak akan pernah kesulitan untuk menjawab BAGAIMANA”. Begitulah Konosuke seperti yang kita ketahui, ia sangat mengetahui MENGAPA ia hidup, MENGAPA ia berbisnis, dan MENGAPA ia memproduksi berbagai macam peralatan yang dibutuhkan masyarakat, sehingga soal APA dan BAGAIMANA cara mewujudkannya, sudah tak sulit lagi untuk ia laksanakan.

“SANG ARSITEK SOSIAL” (Leadership Legacy – Lee Kuan Yew, Singapore Ex-Prime Minister)


Dari semua kemampuan dan kehebatan Lee Kuan Yew, yang mampu mengantar Singapura menjadi salah satu Negara terkaya, ada begitu banyak pelajaran berharga yang bisa kita teladani. Terutama dalam beberapa hal sebagai berikut:
Suatu kali Lee mengatakan, bahwa sebagai seorang pemimpin, dirinya lebih suka ditakuti daripada disayangi oleh rakyatnya. Pengakuan ini merupakan ekspresi dari suatu pilihan sikap yang sangat krusial sekaligus tepat , dalam konteks negaranya pada saat itu. Bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya seandainya ia sering terombang-ambing di antara keinginan untuk DISAYANGI atau DITAKUTI. Sudah tentu, laju perkembangan negaranya akan tersendat oleh karena banyaknya waktu yang terbuang untuk sekedar lobi dan pembangunan opini. Kearifan yang bisa kita tarik dari sini adalah seorang pemimpin tak semestinya bimbang selama ia meyakini tujuan akhir yang ingin dicapainya. Karena dari tujuan tersebut ia bisa menimbang sikap mana yang paling mendukung tercapainya tujuan. Apakah partisipatif, otokratis, atau kombinasi keduanya.

Kepemimpinan Lee sangat menginspirasi pada saat ia melibatkan dua tangan sekaligus; yaitu tangan pemikir (thinker) dan tangan pelaku (doer). Mengingat di beberapa organisasi, seringkali seorang pemimpin terperangkap dalam sudut pandang yang sangat dikotomis. Yaitu, lebih menyukai para pelaku saja, sementara menganggap para pemikir hanya bisa berwacana. Kadang kala mereka lebih condong ke para pemikir, dengan menganggap para pelaku sebagai robot pelaksana. Pandangan yang agak naïf seperti itu kurang menguntungkan bagi si pemimpin sendiri, karena ibarat “kepala” dan “tangan”, tentu kedua-duanya sangat kita perlukan. Di atas itu semua, Lee Kuan Yew adalah seorang “arsitek sosial” yang piawai dalam membangun corak budaya yang akan menjadi identitas masyarakat yang dipimpinnya. Sehingga dengannya, seluruh masyarakat yang berasal dari latar belakang etnis yang berbeda bisa “diikat” ke dalam satu persepsi dan cita-cita yang sama. Dan ini merupakan prasyarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin agar ia dapat menjalankan rencana-rencana berikutnya.

Singkatnya, semua jalan yang relevan menuju tercapainya tujuan ia terapkan, terlepas orang lain akan suka atau hanya terpaksa. Mungkin kalau meminjam istilah Deng Xiaoping, “Tak peduli kucing hitam atau kucing putih, asalkan dia bisa menangkap tikus”. Sehingga dalam hal ini, “menangkap tikus” atau tercapainya tujuan lah yang menjadi pertimbangan utamanya, ketimbang sibuk mempersoalkan hitam atau putihnya pro dan kontra.

Monday, April 7, 2014

Tips Awet Muda Secara Islami

 
 
Banyak sekali tips untuk anda menjadi cantik seperti artis - artis yang ada di televisi, dari mulai yang mahal sampai dengan yang murah, dari yang ekstrim di lakukannya sampai metode yang sederhana dan alami. Mungkin semua orang telah melakukan hal tersebut, tetapi apakah anda pernah melakukan cara dengan metode ajaran islam, mungkin beberapa orang belum tahu cara agar tetap awet muda secara islami. Untuk anda yang muslim ataupun muslimah mungkin akan tertarik dengan metode ini.
Sebenarnya ingin awet muda dan selalu cantik itu kita harus memperbaiki apa yang ada di dalam diri kita karena diri kita tidak pernah luput dari apa yang namanya dosa. Jika kebersihan dalam diri kita sudah bersih menurut anda, kecantikan dan kebersihan kulit dan wajah anda akan mengikutinya. Ada beberapa tips untuk anda yang ingin awt muda secara islami, tetapi tips ini harus di lakukan secara rutin agar mendapatkan hasil yang memuaskan untuk anda.
  • Setelah bangun tidur dan anda solat subuh lalu mandi, biasakanlah mencuci muka dari dagu sampai ke dahi dengan membaca shalawat nabi 3 kali.
  • Biasakanlah memotong kuku dan rambut ketika mereka tumbuh panjang pada waktu yang baik yaitu senin, kamis dan Jumat. 
  • Biasakanlah berdandan dengan diselingi membaca shalawat nabi agar di beri kesehatan wajah yang baik sebagus nabi yusuf as
  •  Agar wajah anda terus menerus bagus dan awet muda cobalah amalkan dengan ikhlas yaitu selepas beres shalat subuh bacalah surat Yusuf, ingat bacalah dengan perasaan yang ikhlas, dan minum air hangat ti teguk saja. 
  • Muka kita umumnya dapat berminyak sesudah bangun dari tidur. inilah waktunya untuk menggunakan pemijatan muka. pakai jari telunjuk ke dua tangan serta di tempatkan dibawah mulut ( dagu ). putar jari kalian ke pipi, pipi ke hidung dan sebagainya ke sisi dahi. kerjakan setiap pagi disusuli meminum air hangat sebelum saat mengambil sarapan. dan ingatlah, jangan sesekali memijat muka anda dari atas ke bawah dikarenakan hal itu dapat mempercepat sistem kerutan.
Tips - tips diatas harus di lakukan dengan perasaan anda ikhlas dan tulus tidak mengharapkan semata ingin mendapatkan wajah yang cantik atau kulit yang awet muda. Karena Allah tidak akan  mengabulkan sesuatu yang tidak ikhlas.