Thursday, October 2, 2014

Manfaat dan Khasiat Minum Susu Kambing



Sarapan biasanya didampingi segelas susu sapi agar hari-hari semakin berenergi. Tapi, pernahkah mencoba minum susu kambing dipagi hari? Susu kambing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Berikit daftar keuntungan dari susu kambing seperti dikutip Magforwoman, Senin (4/3/2013):

1. Memiliki anti-inflamasi alami


Susu kambing dihomogenkan secara alami, dan gelembung-gelembung lemak dalam susu dengan mudah memisahkan diri atau jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi.

Dengan kondisi tersebut, membuat pencernaan menjadi mudah serta gampang diserap tubuh. Orang dengan masalah usus menemukan jawaban yang efektif untuk mengatasi penyakit radang usus.

Sifat probiotik dalam susu kambing mengdorong sistem pencernaan berkembang dengan baik.

2. Mengandung asam lemak esensial


Susu kambing memiliki 35 persen asam lemak bila dibandingkan dengan 17 persen dalam susu sapi. Nutrisi dalam susu kambing lebih sehat dan lebih baik dikonsumsi mentah bahkan bagi seseorang yang tidak toleran dengan lakotosa.

Susu kambing bisa menurunkan tingkat kolesterol dan bekerja lebih baik bagi yang memiliki masalah usus. Asam lemak antimikroba seperti asam kaprilat dan kaprat ditemukan melimpah dalam susu kambing.

3. Menenangkan sistem pencernaan


Susu kambing bekerja cemerlang bagi yang sedang pengobatan maag. Tak ada protein kompleks dalam susu kambing yang membuat risiko alergi berkurang dibandingkan susu sapi. 
Susu kambing memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan dan memuaskan rasa lapar lebih efektif untuk anak-anak.



4. Menghindari penumpukan lendir

Ribuan orang melaporkan susu sapi membuat alergi dan rentan terhadap pernapasan. Susu kambing merupakan alternatif untuk mengobatinya. Lemak yang tinggi dalam susu sapi merupakan alasan penumpukan lendir. Gelembung-gelembung lemak dalam susu kambing setidaknya sepersembilan yang hadir pada susu sapi. Karena itu, iritasi di usus bisa dihindari.


5. Bertindak sebagai agen metabolik



Penelitian dan studi yang dilakukan mengungkapkan susu kambing meningkatkan kemampuan untuk memetabolisme zat besi dan tembaga, khususnya pada orang yang memiliki penyerapan dan pencernaan terbatas.

6. Kaya kalsium


Orang mengonsumsi susu sapi untuk meningkatkan asupan kalsium dan mencegah keropos tulang, susu kambing di sisi lain juga sangat kaya akan kalsium dan asam amino triptofan.

Manfaat kambing susu sangat banyak karena lebih sehat terutama ketika dikonsumsi mentah.


Sumber: liputan6.com

Tuesday, September 30, 2014

Cukuplah Allah sebagai Penolong




Allah Swt berfirman, “Hasbunallah wani’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)". (QS. Ali'Imran [3]:173)

Sahabatku, setelah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, bersikap ridha pada apa yang terjadi, tidak mempersulit diri, dan mengevaluasi diri atas setiap peristiwa yang kita alami, maka sikap selanjutnya adalah kita kuatkan keyakinan bahwasanya hanya Allah Swt penolong kita.

Seberat apapun peristiwa yang menimpa kita, jika kita meyakini dengan sepenuh hati bahwasanya Allah Swt. Dzat yang Maha Memiliki dan Dia-lah Yang Maha Menghendaki, niscaya kita akan bisa menghadapi dengan baik. Seandainya seluruh jin dan manusia bersekutu untuk mencelakai kita, jika Allah Swt tidak menghendakinya, maka tidak akan terjadi apa-apa terhadap diri kita.

Kesengsaraan kita adalah apabila kita terlalu banyak berharap kepada makhluk dan terlalu banyak takut terhadap makhluk. Karena bila harapan kita kepada makhluk terlalu besar dan tidak banyak yang bisa terpenuhi, akibatnya kita akan menjadi manusia yang mengemis dan menjilat demi terpenuhinya keinginan kita.

Tidak jarang kita temui orang yang telah melakukan usaha sedemikian rupa, namun sayangnya ia justru malah masih percaya kepada jimat atau mantra yang diberikan ‘orang pintar’ kepadanya. Padahal ia telah menyatakan keimanannya kepada Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt, “Dan sebagian besar dari mereka itu beriman pada Allah, hanya saja merekapun berbuat syirik kepada-Nya”.(QS. Yusuf [12]:106).

Jika demikian yang terjadi, maka sungguh sia-sialah segala apa yang telah diupayakannya. Sia-sialah pula keimanan yang telah dinyatakannya karena ia terjerumus pada kemusyrikan.

Demikian juga apabila kita terlalu besar rasa takut terhadap makhluk, maka kita akan menyembah-nyembah dan tunduk kepadanya. Padahal, hanya Allah Swt, Dzat Yang Maha Agung dan pantas untuk ditakuti. Allah Swt Yang Maha Menguasai segalanya.

Sepelik apapun masalah yang kita hadapi, pasti Allah Swt sudah Maha Tahu akan masalah kita sekaligus jalan keluarnya. Oleh karena itu, janji Allah Swt yang harus menjadi pegangan kita. Allah Swt berfirman, ”Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan, barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.(QS. At Thalaq [65] :2-3).

Maka, janganlah ada rasa pesimis saat kita ditimpa suatu peristiwa yang tidak kita kehendaki atau yang menyulitkan kita. Karena sesunguhnya rasa bingung, takut, menderita, itu adalah karena ketidaktahuan kita tentang cara Allah Swt memberikan jalan keluar bagi kita. Ketika kita ditimpa suatu kepelikan masalah keuangan, sesungguhnya Allah Swt akan mendatangkan rezeki-Nya kepada kita dari jalan dan cara yang tidak kita sangka sebelumnya.

Hal ini akan terjadi apabila kita menjadi hamba yang bertakwa kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berusaha dan memasrahkan hasil segala upaya kita hanya kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt dalam ayat di atas,”Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)”. Oleh karenanya, dalam urusan ekonomi misalnya, tidak perlulah kita meminta untuk dijadikan manusia yang kaya raya.

Mintalah kepada Allah Swt agar rezeki kita dicukupkan. Berkecukupan itu lebih bermakna dari sekedar kaya raya. Karena kaya raya belum tentu berkecukupan. Betapa banyak manusia yang bergelimang harta kekayaan akan tetapi frutasi karena masih saja kekayaannya itu tidak mencukupi segala keinginan. Semoga Allah Swt mencukupkan rezeki kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Saudaraku, kehidupan ini memang selalu ada suka dan duka, sedih dan gembira. Begitu seterusnya silih berganti. Apa yang menjadi masalah bukanlah pergantian siklus tersebut, melainkan cara kita menghadapi atau menyikapi siklus itu.

Jika kita bisa menyikapinya dengan baik, maka kehidupan yang sedang kita jalani ini akan menjadi kesempatan yang selalu terbuka untuk kita terus-menerus memperbaiki diri, menambah wawasan, menambah ilmu, menguatkan keimanan, dan menyongsong kehidupan abadi di akhirat yang dipenuhi kebahagiaan.

Jadi, segala persoalan hidup yang kita temui di dunia merupakan kesempatan emas yang diberikan Allah Swt kepada kita untuk mengangkat kemuliaan kita, meninggikan derajat kita dan membahagiakan kita. Cukuplah Allah Swt sebagai penolong dan pelindung kita.Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: Aa Gym

Sunday, September 28, 2014

MEMAHAMI MAKNA IDUL ADHA



Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam.
Pada hari itu, kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rekaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail.
Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak. Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintahNya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis. Namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani.
Dari berbagai media, kita bisa melihat betapa budaya korupsi masih merajalela. Demi menumpuk kekayaan rela menanggalkan ”baju” ketakwaan. Ambisi untuk meraih jabatan telah memaksa untuk rela menjebol ”benteng-benteng” agama. Dewasa ini, tata kehidupan telah banyak yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan. Dengan semangat Idul Adha, mari kita teladani sosok Nabi Ibrahim. Berusaha memaksimalkan rasa patuh dan taat terhadap ajaran agama.
Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 )     
 Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya. Berbeda dengan para teroris dan pelaku bom bunuh diri. Apakah pengorbanan yang mereka lakukan benar-benar memenuhi perintah Tuhan demi kejayaan Islam atau justru sebaliknya?.
Para teroris dan pelaku bom bunuh diri jelas tidak sesuai dengan nilai universal Islam. Islam menjaga  hak untuk hidup, sementara mereka—dengan aksi bom bunuh diri— justru mencelakakan  dirinya sendiri. Di samping itu, mereka juga membunuh rakyat sipil tak bersalah, banyak korban tak berdosa berjatuhan. Lebih parah lagi, mereka  bukan membuat Islam berwibawa di mata dunia, melainkan menjadikan Islam sebagai agama yang menakutkan, agama pedang dan sarang kekerasan. Akibat aksi nekat mereka ini justru menjadikan Islam laksana ”raksasa” kanibal yang haus darah manusia.
Imam Ghazali dalam Ihya ’Ulumuddin pernah menjelaskan tentang tata cara melakukan amar ma’ruf nahi munkar.  Menurutnya, tindakan dalam bentuk aksi pengrusakan, penghancuran tempat kemaksiatan adalah wewenang negara atau badan yang mendapatkan legalitas negara. Tindakan yang dilakukan Islam garis keras dalam hal ini jelas tidak prosedural. (vol.2 hlm.311)  
Sudah semestinya dalam melakukan amar makruf nahi munkar tidak sampai menimbulkan kemunkaran yang lebih besar. Bukankah tindakan para teroris dan pelaku bom bunuh diri ini justru merugikan terhadap Islam itu sendiri ?. Merusak citra Islam yang semestinya mengajarkan kedamaian dan rahmatan lil ’alamin. Ajaran Islam yang bersifat humanis, memahami pluralitas dan menghargai kemajemukan semakin tak bermakna.
Semoga dengan peristiwa eksekusi mati Amrozi cs, mati pula radikalisme Islam, terkubur pula Islam yang berwajah seram. Pengorbanan Nabi Ismail yang begitu tulus menjalankan perintahNya jelas berbeda dengan pengorbanan para teroris.
Di hari Idul Adha, bagi umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Pada dasarnya, penyembelihan binatang kurban ini mengandung dua nilai yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Kesalehan ritual berarti dengan berkurban, kita telah melaksanakan perintah Tuhan yang bersifat transedental. Kurban dikatakan sebagai kesalehan sosial karena selain sebagai ritual keagamaan, kurban juga mempunyai dimensi kemanusiaan.
Bentuk solidaritas kemanusiaan ini termanifestasikan secara jelas dalam pembagian daging kurban. Perintah berkurban bagi yang mampu ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap fakir-miskin dan kaum dhu’afa lainnya. Dengan disyari’atkannya kurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan  terhadap masalah-masalah sosial, mengajarkan sikap saling menyayangi terhadap sesama.
Meski waktu pelaksanaan penyembelihan kurban dibatasi (10-13 Dzulhijjah), namun jangan dipahami bahwa Islam membatasi solidaritas kemanusiaan. Kita harus mampu menangkap makna esensial dari pesan yang disampaikan teks, bukan memahami teks secara literal. Oleh karenanya, semangat untuk terus ’berkurban’ senantiasa kita langgengkan pasca Idul Adha.
Saat ini kerap kita jumpai, banyak kaum muslimin yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual tanpa diimbangi dengan kesalehan sosial. Banyak umat Islam yang hanya rajin shalat, puasa bahkan mampu ibadah haji berkali-kali, namun tidak peduli dengan masyarakat sekitarnya. Sebuah fenomena yang menyedihkan. Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan sekaligus yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Selamat berhari raya !

Sumber : http://www.pesantrenvirtual.com

Saturday, May 17, 2014

Tips Islami Mengatasi Stress

Setiap orang tentunya mempunyai permasalahan dan setiap orang tentunya berbeda-beda dalam menghadapi permasalahan, bahkan ada orang yang belum bisa mengatasinya sehingga terjadilah stress., dan di jaman yang moderen seperti sekarang, stress sepertinya hal yang lumrah kita jumpai di masyarakat. Banyaknya permasalahan dan belum bisa mengatasinya bagi seseorang yang kurang iman sangat membahayakan sebab bisa jadi putus asa dan ujung-ujungnya bunuh diri. 

Bagi orang yang kuat imanya serta mempunyai ambisi yang terlalu kuat terhapap sesuatu dan tidak sesuai dengan kemampuanya, inipun akan menimbulkan stroke sebab menurut dokter neorologi walaupun seseorang mempunyai darah tinggi tapi tidak stress maka Insya Alloh akan terhindar dari stroke. Jadi penyebab utama terjadinya stroke yang banyak di derita di negri ini di sebabkan stress. Tentunya stress banyak sekali penyebabnya dan setiap permasalahan tentunya harus segera di atasi sehingga kita terhidar dari yang namanya stress.


Mencegah Itu Lebih Baik

Menurut dokter neorologi, perasaan stress sering menjadi musuh dalam selimut. Perasaan ini datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan. Bila tidak, dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat sedia payung sebelum hujan. Menghindari stress ada baiknya dilakukan cara berikut:

1. Mengeluarkan energi positif, yaitu optimis dalam menghadapi setiap permasalahan.

Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana, ada hambatan Tapi ada juga solusi.Sebab itu, harus bersikap lebih fleksibel, sehingga dapat menikmati hidup.

2. Menjaga kesehatan

Dengan cara olahraga yang teratur, tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Olahraga dapat membuat manusia nyaman. Makanan bergizi membangkitkan vitalitas hidup. Sebab itu Islam memerintahkan “ Mengkonsumsi halalan tayibah atau yang bergizi.

3. Banyak minum air putih, terutama saat diambang kemarahan.

Air putih, dapat menenangkan perasaan, dan berpikir lebih jernih. Rasulullah menganjurkan kalau marah, hendaklah berwudu dan mendinginkan badan (HR.Muslim).

4. Meluangkan waktu sedikit, untuk setiap minggu

Keluar dari rutinitas, dengan berkumpul bersama keluarga. Atau berkunjung kepada teman-teman. Nabi mengajarkan Hubungkan silaturahim, sebab dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR.Muslim).

5. Meningkatkan rasa humor.

Secara klinis humor dapat mengatasi stress. Alhamdu lillah kini sudah muncul kelompok-kelompok di TV yang menjajakan humor 5 sampai 1O menit untuk relaksi. Jangan sampai anda lupa meluangkan waktu biar sebentar. Penulis teringat seorang Kiyai di Pesantren tahun 5O-an, sering mendatangi suatu desa yang berjarask 15 Kilometer dari kota dan membayar pemuda-pemuda yang pintar membawakan cerita yang humoris.

Bagaimana Menurut Al-Quran ?

Menurut Al-Quran, kelima cara yang ditawarkan kesehatan diatas, tidak ada yang bertentangan dengan Al-Quran. . Namun Al-Quran lebih memfokuskan terutama kepada dua hal utama dimana Al-Quran sebagai Syifa’ (Penawar).

Sabar

Jika stress menghadapi masalah yang sukar diputuskan “ salah atau benarnya sesuatu “ maka Al-Quran memberi petunjuk “ FA SHABRUN JAMIL “ ( Maka bersabar itu lebih indah ). Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan. (QS. Yusuf 18 ).

Ucapan itu disampaikan Nabi Ya’kub, ketika anak-anaknya datang membawa kemeja yang berlumuran darah kepunyaan Yusuf, sebagai bukti bahwa ia telah diterkam binatang buas. Daripada stress, karena darahnya meragukan, Nabi Ya’kub berkata “ Sabar itu lebih indah.” Demikian Sitti Maryam, ketika dituduh melacur karena melahirkan anak (Isa) tanpa ayah, juga sabar, untuk mengobati stres yang berkepanjangan. Bahkan Aisyah, isteri Rasul, ketika digossip, juga menjadikan Sabar sebagai pengobatan dalam stress.

Zikrullah

Mengingat Allah (Zikrullah) termasuk dapat mengatasi stres. Dengan mengingat dan mengembalikan segalanya dari dan untuk Allah, maka stres akan dapat diatasi. . Sesuai Al-Quran, “ TATHMAINN AL-QULUB “ ( Mengingat Allah, hati akan tenang ) ( QS. Al-Raad 28 ).

Menurut ulama Tafsir, Yang masuk Zikrullah, adalah melakukan salat, membaca Al-Quran dan langsung menyebut Lailaha ilallah sebanyak-banyaknya.

Diperkuat Al-Quran dengan ayat “ Dan carilah pertolongan, dengan berlaku Sabar dan mengerjakan Salat ( QS.2: 45).

Menurut Huzaifah, bila Nabi bersedih atau menghadapi masalah, Beliau langsung melakukan salat, sekalipun, sedang dalam perjalanan. Memperbanyak Zikrullah berupa salat sunnat, atau membaca Al-Quran, atau istigfar, atau membaca Lailaha Ilallah.

Istigfar yang sering dibaca Rasul “ Allahumma Anta rabbi. Lailaha illa Anta. Khalaqtani waana abduKa. Wa ana ala ahdiKa. Wa wa’diKa mastata’tu. Audzu biKa, min syarri ma shana’tu. Abuu laKa bini’ mati alayya. Waabuu bidzanbi. Fagfirli. fainnahu la yagfir al- dzunuba illa Anta.( Al-Azkar :347 ).

Disamping kedua hal tersebut, juga yang dapat mengatasi stres, adalah akidah dengan meyakini kebenaran ayat Al-Quran yang berbunyi “ INNA MA’AL USRI YUSRA ( Sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Setelah kesulitan, ada kemudahan).. ( 94: 5-6 ).( Disebutkan dua kali ).

Menurut ulama Tafsir, karena kata kesulitan (Al-usri ), menggunakan “al ” dan kemudahan (Yusra) tidak menggunakan “al “ , itu artinya kesulitan itu cuma satu macam, tapi ada beberapa solusi kemudahan. Berarti dua alternative kemudahan . dalam satu kesulitan. Ada dua. Misalnya berkonsultasi dengan dokter mencari pengobatan lahir dan batin ialah menggunakan petunjuk Al-Quiran sebagai Syifa’.. .

Alhasil, dari uraian singkat diatas, dipahami mengatasi stres sesuai Al-Quran disamping mencari solusi berupa pengobatan lahir, juga diperlukan pengobatan batin, yaitu meyakini kesempurnaan Tuhan, dan meyakini kekurangan manusia, serta kaifiatnya, banyak bersabar, salat, istigfar dan zikir.

Praktek Rasul SAW dalam mencari penyegaran dan menghilangkan stres, diantaranmya dianjurkan kepada umatnya berpuasa dan bercampur isteri dua kali seminggu.


Friday, April 18, 2014

SANG FILOSOF DUNIA USAHA


Setiap manusia statusnya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Saat dilahirkan, statusnya adalah anak dari sang ayah. Saat mulai besar dan bersekolah, statusnya menjadi murid seorang guru, kakak dari sang adik, kemudian suami dari seorang istri, orang tua dari anaknya, dan seterusnya. Setiap bertambahnya satu status, maka kewajiban seseorang pun akan bertambah satu. Setiap orang harus tahu apa kewajiban dan statusnya. Jika sampai ia tidak mengerti apa status dan kewajibannya berarti ia tidak memiliki jiwa leadership.

Untuk menjalankan kepemimpinan di rumah, seorang suami harus memiliki tanggung jawab. Demikian juga seorang karyawan terhadap perusahaannya. Tanggung jawab akan menumbuhkan rasa hormat. Seseorang tidak dapat memaksakan orang lain untuk hormat kepadanya. Hanya dengan memenuhi tanggung jawabnya itulah rasa hormat akan datang pada dirinya. Setelah tanggung jawab itu terpenuhi sesuai dengan tuntutan statusnya, pada satu titik kehidupan, seseorang harus bertanggung jawab pada lingkungan sosial sekitarnya. Karena itulah, pada saat Mochtar masuk ke dalam dunia perbankan, ia mulai bertanya pada dirinya sendiri, “kamu mau jadi bankir yang baik atau bankir yang berhasil?”. Karena selama seseorang bisa menghasilkan uang, maka orang itu akan disebut sebagai bankir berhasil. Namun bankir yang baik adalah hal yang lain. Bankir yang baik haruslah seseorang yang mengarahkan uang masyarakat untuk mendanai hal-hal yang baik dan berguna. Contohnya, jika suatu perusahaan yang menjadi nasabahnya ingin membangun pabrik dengan menggunakan pinjaman bank, namun pabriknya akan mencemari lingkungan, maka seharusnya bank tersebut tidak mendanainya. Karena keuntungan tidak boleh menjadi alasan satu-satunya pencairan suatu pinjaman,

Walaupun banyak bisnis Mochtar Riady yang dimulai dari situasi “terpaksa”, tetapi umumnya bisnis-bisnis tersebut sukses meraih keuntungan. Menurut Mochtar Riady itu lebih dikarenakan ia meluangkan waktu yang cukup banyak untuk berfokus dan menganalisa semua aspeknya. Sehingga ia jadi tahu kekuatan dan kelemahannya. Filsuf Lao Tze mengatakan, “Memenangkan orang lain adalah kekuatan, namun memenangkan diri sendiri adalah kebijaksanaan”. Mengetahui kelemahan orang lain adalah pintar, namun mengetahui kelemahan sendiri adalah kebijaksanaan. Mencukupi diri sendiri adalah kaya, namun mencukupi orang lain adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan tidak pernah datang dengan sendirinya, tetapi harus dicari, dipelajari melalui pengalaman, dan dilaksanakan. Kebijaksanaan adalah salah satu modal seorang entrepreneur. Ia mungkin tidak mengetahui banyak hal dalam bisnis baru, tetapi melalui kebijaksanaan ia bisa menggerakkan orang lain untuk mewujudkan visi entrepreneurshipnya.

Tentang regenerasi, Mochtar mengatakan bahwa banyak orang yang tidak tahu diri. Sudah berusia 60 tahun lebih, tetapi menganggap dirinya muda. Padahal kapan pun mereka bisa “berpulang”. Perusahaan yang dibangun dengan tanpa menyiapkan generasi penerus akan menjadi bom waktu bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Sebagai pemimpin, seseorang harus bertanggung jawab menyiapkan penggantinya. Makannya di group Lippo, Mochtar Riady dan keluarganya tidak menduduki jabatan apapun dalam perusahaan. Semua dijabat oleh para professional. Dalam sebuah jamuan makan yang diadakan oleh Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan RI), Mochtar Riady menjelaskan pandangannya mengenai RRC yang dahulu kondisinya lebih carut-marut daripada Indonesia, tetapi kini telah tumbuh sedemikian pesat. Padahal kondisi Indonesia lebih baik dari RRC pada masa itu. Sehingga jika RRC bisa berubah, Mochtar pun sangat optimis Indonesia pasti akan bangkit kembali. Tetapi kebangkitan itu seringkali terjadi ketika ada suatu tekanan. Sehingga sikap Pemerintah yang selalu memberikan proteksi, yang memanjakan masyarakat, justru akan membuat kita tidak mampu menghadapi persaingan

Monday, April 14, 2014

“SANG BEGAWAN PROPERTI”


Menyusuri kisah perjalanan hidup dan sepak terjang Ciputra di bisnis properti, kita menemukan begitu banyak pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari kisah masa kecilnya yang serba susah, memulai usaha pada saat masih kuliah, hingga ketika ia mulai mencetak keberhasilan. Semuanya begitu inspiratif dan memperkaya wawasan. Tanpa bermaksud membatasi makna ataupun insight yang dapat Anda temukan, ada beberapa poin kunci yang perlu kita renungkan;
Secara eksistensial, kita tidak pernah bisa memilih ingin lahir dari orang tua yang mana, miskin atau kaya, dalam suku bangsa apa, serta lingkungan masyarakat yang mana. Namun demikian, kita tidak boleh terperangkap hanya hidup berdasarkan eksistensi. Ada esensi yang mesti kita cari. Kehidupan “menugasi” kita untuk menemukannya, karena kalau tidak, hidup kita akan terasa hampa dan sia-sia. Inilah yang oleh Stephen R. Covey disebut “finding your own voice”, sementara Martha Beck menyeru, “finding your own North Star”. Singkatnya, kalau toh kita lahir dari keluarga miskin yang tidak berpendidikan, atau kita memiliki orangtua yang begitu buruk sekalipun, semua itu hanyalah eksistensi, bukan esensi. Sehingga tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerah pada keadaan, atau hanya menyalahkan keluarga, lingkungan, masyarakat, atau pemerintah. Karena seperti bunyi ungkapan, “The winner takes a responsibility the loser lay blame”, si Pemenang ambil tanggung jawab, si Pecundang menyalahkan.

Secara sederhana dapat dikatakan, kualitas kepemimpinan yang paling utama adalah memiliki kekuatan transformative. Artinya seorang pemimpin mesti mampu mentransformasikan, seonggok kotoran menjadi emas. Bukan hanya sebatas mentransformasikan lahan atau produk dan jasa menjadi sesuatu yang lebih bernilai, tetapi juga mentransformasikan potensi sumberdaya manusia. Melalui keteladanan, pemberdayaan, dan pembelajaran dari sang pemimpinlah akan lahir generasi pemimpin-pemimpin baru.

Pemimpin, sebagaimana ditunjukkan oleh Ciputra, tidak menghabiskan waktunya dengan menjawab pertanyaan “bagaimana caranya” akan tetapi langsung menangani tujuannya. Mengenai hal ini Warren Bennis mengungkapkannya dengan bagus, “Para manager mengatasi masalah, tetapi pemimpin menemukan masalah”. Sepeti halnya ketika Ciputra mengajukan proposal pembangunan Ancol pada Gubernur DKI, sesungguhnya ia telah menemukan “sebuah masalah”. Atau pada saat ia berniat mengembangkan daerah Lakar Santri di Surabaya Barat, ia pun sekali lagi menemukan “masalah”. Akan tetapi di atas semuanya, Ciputra memiliki karakter yang kuat. Sebuah kualitas yang bukan hanya mutlak dibutuhkan bagi seorang pemimpin, tetapi juga merupakan prasyarat yang mesti dipenuhi agar seorang pemimpin dapat bertahan lama. Karena, charisma maupun kepandaian memang dapat mengantar seseorang mencapai puncak, akan tetapi hanya karakterlah yang memungkinkannya tetap bertahan di puncak. Sikap Ciputra yang tergambar dalam pengajuan proposal bagi hasil, 80 persen untuk Pemda DKI Jakarta dan 20 persen dirinya, adalah sikap win-win yang tidak serakah. Begitu juga pada saat ia lebih sering berpikir tentang keuntungan yang bakal diterima oleh mitranya, atau integritas yang secara panjang lebar ia sampaikan, itu semuanya bersumber dari karakternya yang baik. Kualitas-kualitas itulah yang memungkinkannya memperoleh reputasi tinggi, dan bertahan hingga empat dekade. Boleh dibilang, tanpa karakter tersebut, maka segala kemampuannya seperti yang diurai di atas, nyaris tak ada gunanya.

Sunday, April 13, 2014

TOLONGLAH DIRI ANDA SENDIRI




Seorang pemuda miskin yang lapar, duduk menopang dagu di sebuah jembatan mengamati sekelompok pemancing. Menengok ke dalam keranjang dan melihat sekelompok ikan di dalamnya, pemuda tersebut bergumam, “Andaikata saja, aku punya ikan sebanyak itu, aku tidak akan kacau seperti ini. Aku akan menjualnya serta membeli pakaian dan makanan’.

“Hei aku akan memberikanmu beberapa ikan bila kau mau melakukan hal kecil untukku’, jawab pemancing itu tiba-tiba. “Yah mengapa tidak”, jawab si pemuda.

“Pegangkan kail ini untukku sebentar saja. Aku ada keperluan di jalan di dekat sini”, kata oranng tua itu.

Pemuda itu dengan senang hati menerima tawarannya. Saat ia merentangkan kail orang tua itu, ada ikan yang menggigitnya, sehingga ia menangkap ikan demi ikan. Tak lama kemudian wajahnya terlihat tersenyum, menikmati kegiatannya.

Ketika kembali, orang tua itu berkata, “Aku akan memberimu ikan sebagaimana yang kujanjikan. Nah, ambillah semua ikan yang telah kau tangkapkan untukku. Tetapi aku juga ingin memberimu sedikit nasihat. Lain kali, ketika kau membutuhkan sesuatu, jangan membuang waktu dengan melamun dan berharap sesuatu akan terjadi. Gerakkan dirimu, ambil kailmu sendiri, dan buatlah hal itu terjadi”.

"Take action miracle happen, no action nothing happen"