Thursday, November 28, 2013

Kisah Rosulullah Ketika Nabi SAW Dilobi dengan Harta dan Kekuasaan



Ketika dua tokoh Quraisy, Hamzah bin Abdul Mutholib dan Umar bin Khottob yang dijukuki “singa padang pasir” masuk Islam, posisi kaum muslimin di masa awal da’wah Islam pun makin kuat.

Seiring pengikut nabi yang terus bertambah, para petinggi Quraisy sepakat melakukan perundingan dengan nabi. Tujuannya untuk menarik nabi agar masuk kelompok mereka, atau mendudukkan nabi dalam jajaran pemerintahan Makkah. Nabi menyambut tawaran berunding tersebut dengan harapan kaum Quraisy akan menerima Islam.

Dalam pembicaraan itu para pemuka Quraisy memberi tawaran harta berlimpah dan kekuasaan asal nabi menghentikan da’wahnya. Nabi menolak dengan mengatakan “Allah telah mengutusku sebagai utusan bagi kalian semua. Jika kalian menerima ajaran-ajaran yang kubawa, itu merupakan keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika menolak, aku akan bersabar hingga Allah memutuskan persoalan yang terjadi di antara aku dan kalian”.

Salah seorang tokoh Quraisy lalu mengajukan permintaan kepada Nabi SAW untuk membuat konsensus agar beliau tidak lagi melecehkan tuhan-tuhan mereka sehingga mereka pun tidak melecehkan tuhan yang nabi sembah. Jika Tuhan yang disembah orang-orang Quraisy lebih baik dari tuhan yang nabi sembah, maka mereka mendapat kebaikan. Jika tuhan yang nabi sembah lebih baik dari yang mereka sembah, nabi akan mendapat kebaikan darinya.

Dengan demikian nabi harus menyembah tuhan-tuhan mereka dan mereka pun akan menyembah Allah.

Menanggapi hal itu nabi menjawab seperti tercantum dalam surat109-Al-Kafirun “Aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Kalian pun bukanlah orang-orang yang menyembah apa yang aku sembah. Bagi kalian agama kalian. Bagi kami agama kami”.

“MUHAMMAD THE MESSENGER”- Abdurrahman Asy-Syarqawi

No comments:

Post a Comment